MALANG – Program pembenihan bawang putih di Kabupaten Malang ditargetkan menghasilkan hingga 800 ton untuk mendukung swasembada pangan. Target tersebut berasal dari bantuan benih sebanyak 80 ton yang disalurkan pemerintah pusat melalui program pembenihan.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (DTPHP) Kabupaten Malang Avicenna M Saniputera mengatakan bantuan tersebut diarahkan ke wilayah yang dinilai memiliki potensi untuk pengembangan bawang putih. Bantuan itu merupakan kolaborasi Kementerian Pertanian (Kementan) dengan pemerintah daerah.
“Jadi ini program pembenihan. Tapi masyarakat secara sporadis ada yang menanam, cuma kami belum mendatanya,” kata Avicenna ketika ditemui dalam kegiatan Tanam Bawang Serentak dengan Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur (Jatim) di Desa Sumberko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, Rabu (19/8/2026), sebagaimana diberitakan SuryaMalang, Rabu (19/08/2026).
Dari total bantuan tersebut, sebanyak 20 ton telah ditanam pada tahap pertama di lahan seluas 20 hektare. Hasil panen tahap pertama mencapai 100 ton dari lahan seluas 10 hektare, dengan produktivitas sekitar 10 ton benih per hektare.
Sementara itu, sisa 60 ton benih akan ditanam pada tahap kedua. Penanaman direncanakan berlangsung pada musim tanam Oktober hingga November.
“Kalau bisa terpenuhi, bisa ada tambahan 600 ton.”
“Maka total panen bisa mencapai 800 ton. Hasilnya nanti akan diserap oleh Kementerian Pertanian,” jelasnya.
Hasil pembenihan tersebut nantinya diserap Kementan untuk kemudian disuplai kepada petani sebagai benih produksi bawang putih konsumsi. Dengan skema tersebut, program tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi benih, tetapi juga memperkuat ketersediaan bahan tanam bagi petani.
Pengembangan benih diprioritaskan di wilayah dataran tinggi dengan ketinggian mulai 800 meter di atas permukaan laut (mdpl). Sejumlah wilayah yang menjadi sasaran meliputi Kecamatan Ngajum, Kecamatan Wonosari, Kecamatan Pujon, Kecamatan Ngantang, Kecamatan Jabung, Kecamatan Ampelgading, Kecamatan Tumpang, dan Kecamatan Wagir.
Avicenna mengatakan kondisi air bukan menjadi hambatan utama dalam budidaya bawang putih selama kebutuhan air tanaman terpenuhi. Persoalan yang masih perlu diperkuat justru berkaitan dengan produktivitas.
Di Kabupaten Malang, produktivitas bawang putih rata-rata mencapai 10 ton per hektare. Sebagai pembanding, Avicenna menyebut produktivitas di Kecamatan Sembalun, Kabupaten Lombok, dapat mencapai 15–20 ton per hektare.
“Nah kami harapkan nanti bantuan dari Polda sebanyak 1,2 ton benih varietas Sangga Sembalun bisa bagus provitasnya, dan itu menjadi alternatif bagi petani lokal yang masih menggunakan varietas Lumbu Hijau,” bebernya.
Program penanaman bawang putih secara serentak tersebut merupakan bagian dari kegiatan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang berlangsung di 14 wilayah hukum Kepolisian Daerah (Polda) di Indonesia. Kegiatan nasional itu berpusat di Sembalun, Kabupaten Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Perluasan pembenihan di sejumlah wilayah dataran tinggi Kabupaten Malang diharapkan dapat meningkatkan produktivitas sekaligus menyediakan pasokan benih bagi petani. Jika target tahap kedua terealisasi, produksi benih diproyeksikan mencapai 800 ton. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara