SUMBA – Digitalisasi pencatatan keuangan mulai didorong menjadi fondasi penguatan usaha masyarakat di Desa Mburukulu, Kabupaten Sumba Timur. Melalui pelatihan penggunaan perangkat lunak akuntansi, pelaku Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) diarahkan agar mampu mengelola transaksi, menyusun informasi keuangan, dan mengambil keputusan usaha berdasarkan data.
Program tersebut dilaksanakan Universitas Nusa Cendana (Undana) melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) di Desa Mburukulu pada 5 Agustus 2026. Fokus utama kegiatan bukan hanya pengenalan teknologi, tetapi juga membangun akuntabilitas keuangan agar koperasi dan UMKM dapat bertahan serta berkembang secara berkelanjutan.
Peserta mendapatkan pelatihan menggunakan perangkat lunak MYOB Accounting untuk mencatat dan mengelola transaksi usaha. Materi diberikan melalui penjelasan sekaligus praktik sehingga peserta dapat memahami penerapan sistem pencatatan digital dalam kegiatan usaha sehari-hari.
Pemanfaatan teknologi tersebut diharapkan membantu pelaku usaha mengurangi kesalahan pencatatan, memantau pendapatan dan pengeluaran, serta menghasilkan informasi keuangan yang lebih sistematis. Data tersebut selanjutnya dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja dan menentukan kebutuhan pengembangan usaha.
Kegiatan ini dilaksanakan tim Undana yang diketuai Maria E. D. Tunti bersama Moni Wihelmina Muskanan dan Herly M. Oematan. Program tersebut juga melibatkan mahasiswa Gracia Tefa dan Rambu Lijang sebagai bagian dari proses pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Siprianus G. Tefa menjadi pemateri dalam pelatihan tersebut. Ia memberikan pembekalan mengenai pengelolaan, pencatatan, dan penyusunan informasi keuangan dengan memanfaatkan MYOB Accounting.
Pelatihan diarahkan agar peserta tidak berhenti pada kemampuan menggunakan perangkat lunak. Mereka juga dibekali pemahaman mengenai pentingnya mencatat setiap transaksi, mengelompokkan data, serta mengolahnya menjadi informasi yang dapat menggambarkan kondisi usaha secara lebih objektif.
Langkah tersebut dinilai penting bagi koperasi dan UMKM karena keputusan usaha membutuhkan dasar informasi yang terukur. Dengan pencatatan yang tertib, pelaku usaha dapat menentukan prioritas pengeluaran, mengendalikan keuangan, mengevaluasi perkembangan usaha, dan menyusun rencana ekspansi secara lebih rasional.
Dalam program tersebut, konsep sustainability business atau keberlanjutan usaha menjadi salah satu sasaran yang hendak dibangun. Akuntabilitas keuangan ditempatkan sebagai bagian dari kemampuan usaha untuk mempertahankan operasional sekaligus menghadapi perubahan kebutuhan pasar.
Dukungan terhadap kegiatan datang dari Kepala Desa (Kades) Mburukulu Andrias Kopa Rihi serta Ketua Koperasi Desa Mince Hara Muni bersama pengurus koperasi. Keterlibatan pemerintah desa dan pengelola koperasi diharapkan membuat pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan dapat terus diterapkan setelah kegiatan selesai.
Kolaborasi tersebut juga membuka peluang agar pemanfaatan teknologi tidak berhenti sebagai kegiatan pelatihan. Pemerintah desa diharapkan dapat menciptakan lingkungan yang mendukung penggunaan sistem pengelolaan keuangan yang lebih tertib dalam aktivitas ekonomi masyarakat.
Bagi UMKM dan koperasi di Desa Mburukulu, ketersediaan informasi keuangan yang lebih baik dapat menjadi modal untuk meningkatkan profesionalisme pengelolaan usaha. Data transaksi yang terdokumentasi juga dapat membantu pelaku usaha mengenali posisi keuangan sebelum menentukan langkah berikutnya.
Kegiatan PKM Undana sebagaimana diberitakan Metropaginews, Selasa, (11/08/2026), dirancang sebagai proses transfer pengetahuan yang dapat diterapkan secara mandiri oleh masyarakat. Karena itu, keberhasilan program tidak hanya diukur dari terlaksananya pelatihan, tetapi juga dari kemampuan peserta mempertahankan praktik pencatatan keuangan setelah pendampingan berakhir.
Penguatan literasi keuangan berbasis teknologi tersebut sekaligus memperlihatkan pentingnya keterhubungan antara pendidikan tinggi dan kebutuhan ekonomi masyarakat desa. Pengetahuan akuntansi yang diterapkan secara praktis diharapkan dapat memperkuat tata kelola usaha lokal.
Jika penerapan sistem pencatatan digital dilakukan secara konsisten, koperasi dan UMKM Desa Mburukulu memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan usaha berdasarkan kondisi keuangan yang terukur. Pada tahap berikutnya, kemampuan tersebut diharapkan mendukung kemandirian ekonomi masyarakat dan pertumbuhan usaha desa secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara