SITUBONDO – Penguatan ekonomi desa di Kabupaten Situbondo, Jawa Timur, diarahkan tidak hanya melalui Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), tetapi juga dengan menghidupkan kembali Koperasi Unit Desa (KUD) yang masih memiliki potensi berkembang. Sinergi kedua model koperasi itu dinilai dapat memperluas akses ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat peran koperasi sebagai penggerak kesejahteraan desa.
Anggota Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Nasim Khan mengatakan, puluhan KUD di Situbondo berpeluang diaktifkan kembali dan berjalan bersamaan dengan KDKMP. Gagasan tersebut disampaikan dalam pelantikan Pengurus Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Situbondo di Pendopo Kabupaten Situbondo, Minggu (9/8) malam, sebagaimana diwartakan Antara, Senin, (10/08/2026).
“KUD yang perlu diaktifkan di Situbondo ada puluhan, dan ini bisa dihidupkan kembali bersamaan dengan KDKMP,” kata Nasim Khan.
Menurut Nasim, saat ini sekitar 10 KUD di Situbondo masih aktif. Sementara sejumlah KUD lainnya dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan kembali sehingga keberadaan koperasi di tingkat desa tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan baru.
Ia meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Situbondo terus mengawal pengembangan koperasi agar aktivitas tersebut memberikan dampak nyata terhadap kesejahteraan masyarakat.
“Insya-Allah menjadi ghirah-nya atau semangat Pemkab Situbondo yang kita harapkan ini betul-betul maju dan sejahtera. Terpenting adalah Situbondo sejahtera,” kata Nasim.
Nasim juga berharap kepengurusan Dekopinda Situbondo yang baru dapat menjadi wadah perjuangan gerakan koperasi sekaligus membangkitkan kembali partisipasi masyarakat dalam berkoperasi.
“Selamat kepada Pengurus Dekopinda Situbondo yang baru, semoga menjadi berkah dan bermanfaat,” kata Nasim.
Di sisi lain, Bupati Situbondo Yusuf Rio Wahyu Prayogo mendorong koperasi mengambil peran lebih besar sebagai penyangga perekonomian daerah, terutama dengan memperkuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Menurut Rio, Situbondo memiliki modal ekonomi serta sumber daya manusia yang memadai untuk mengembangkan koperasi. Potensi tersebut didukung pertumbuhan pelaku UMKM dan komunitas usaha yang dapat diarahkan menjadi bagian dari ekosistem koperasi.
“Kalau semua itu dibimbing, digerakkan menjadi anggota koperasi, kami yakin Situbondo naik kelas itu bukan sesuatu yang berat untuk dilakukan,” kata Rio.
Penguatan KUD dan KDKMP dengan pola yang saling melengkapi diharapkan dapat membuat koperasi tidak sekadar bertambah secara kelembagaan, tetapi juga mampu memperluas aktivitas ekonomi masyarakat. Sinergi tersebut pada akhirnya diharapkan memperkuat kemandirian ekonomi desa dan meningkatkan kesejahteraan warga Situbondo. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara