CIREBON – 116 KDMP Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Desa Sebanyak 116 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Cirebon (Cirebon), Jawa Barat, disiapkan untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat desa setelah mendapat dukungan fasilitas dan kendaraan operasional dari pemerintah daerah.
Bupati Cirebon Imron mengatakan dukungan tersebut diharapkan membuat koperasi tidak hanya menjadi wadah usaha bersama, tetapi juga mampu menunjang kegiatan ekonomi masyarakat secara lebih optimal. Fasilitas yang telah diterima antara lain 103 unit mobil truk, 67 unit mobil double cabin, dan 98 unit kendaraan roda tiga.
“Kami mendapatkan 103 unit mobil truk, 67 unit mobil double cabin yang telah diterima, serta 98 unit kendaraan roda tiga,” katanya, sebagaimana diberitakan Antara, Minggu, (09/08/2026).
Imron meminta seluruh pengurus KDMP memanfaatkan kendaraan tersebut untuk mendukung operasional koperasi sehingga bantuan pemerintah dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Harapan kami pengurus koperasi bisa menggunakan mobil-mobil ini untuk kepentingan koperasi,” ujarnya.
Menurut Imron, penguatan sarana operasional tersebut dapat menjadi salah satu modal untuk mengembangkan kegiatan koperasi sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi Cirebon.
Dari sisi pengelolaan usaha, Kepala Dinas (Kadis) Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Cirebon Alex Suheriyawan mengatakan pengembangan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki landasan regulasi melalui peraturan daerah yang berlaku.
“Perda UMKM dan Perda Koperasi menjadi dasar regulasi kita untuk mendorong potensi-potensi ekonomi masyarakat,” katanya.
Alex menjelaskan KDMP diarahkan menjadi konsolidator atau offtaker produk UMKM. Peran tersebut diharapkan dapat memperkuat pemasaran hasil produksi pelaku usaha melalui koperasi.
Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Cirebon, sebanyak 116 KDMP telah terbangun, sedangkan 288 KDMP lainnya masih dalam tahap pembangunan. Kondisi tersebut menunjukkan masih terdapat ruang pengembangan koperasi untuk memperluas dukungan terhadap kegiatan ekonomi masyarakat desa.
Kontribusi UMKM terhadap perekonomian Cirebon juga menjadi alasan penguatan koperasi dinilai penting. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sektor UMKM menyumbang sekitar 97 persen terhadap perekonomian daerah tersebut.
“Dengan adanya koperasi yang menjadi konsolidator offtaker dan UMKM sebagai produsennya, mudah-mudahan kita bisa mendorong perekonomian Kabupaten Cirebon,” ujarnya.
Penguatan fungsi KDMP sebagai penghubung antara pelaku UMKM dan pasar diharapkan membuat fasilitas yang telah disiapkan tidak berhenti sebagai sarana operasional, tetapi mampu meningkatkan aktivitas usaha serta memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara