Desa Jatilor Grobogan Pertahankan Tradisi Sedekah Bumi di Tengah Modernisasi

GROBOGAN – Tradisi sedekah bumi di Desa Jatilor, Kecamatan Godong, Kabupaten Grobogan kembali digelar meriah dengan melibatkan ratusan warga yang membawa hasil bumi, tumpeng, dan berkat sebagai simbol rasa syukur atas hasil panen serta keselamatan desa. Kegiatan budaya tahunan itu juga dimeriahkan pertunjukan sandiwara kethoprak yang menyedot perhatian masyarakat hingga malam hari.

Tradisi yang juga dikenal sebagai apitan tersebut berlangsung pada Kamis Legi, 14 Mei 2026. Warga dari berbagai dusun tampak memadati Balai Desa Jatilor sejak selepas salat Dzuhur sambil membawa hasil pertanian mereka untuk dikirab dan didoakan bersama.

Kepala Desa (Kades) Jatilor, Purwadi, mengatakan sedekah bumi telah menjadi agenda budaya tahunan yang selalu mendapat sambutan besar dari masyarakat desa.

“Antusiasme warga sangat tinggi di setiap lokasi penyelenggaraan. Masyarakat membawa hasil bumi sebagai bentuk rasa syukur atas panen dan keselamatan desa,” ujar Purwadi, sebagaimana diberitakan Suara Global, Kamis (14/05/2026).

Menurutnya, tingginya partisipasi masyarakat menunjukkan kuatnya semangat gotong royong serta kepedulian warga terhadap pelestarian budaya warisan leluhur.

Selain kirab hasil bumi, panitia juga menghadirkan hiburan rakyat berupa sandiwara kethoprak yang berlangsung siang hingga malam di halaman Balai Desa Jatilor. Pertunjukan tersebut dipadati warga dari berbagai dusun dan membuat area parkir di sekitar lokasi penuh kendaraan pengunjung.

Rangkaian sedekah bumi sebenarnya telah dimulai sejak Sabtu Legi, 9 Mei 2026, yang dilaksanakan di kediaman Kepala Dusun (Kadus) Mulungan dan dilanjutkan di kediaman Kadus Tempuran.

Kepala Seksi (Kasi) Pelayanan Desa Jatilor, Supardi, menyebut sedekah bumi bukan sekadar tradisi seremonial, melainkan bentuk doa bersama masyarakat agar hasil pertanian tetap melimpah dan warga dijauhkan dari musibah.

“Sedekah bumi ini bentuk rasa syukur kepada Tuhan. Semoga hasil pertanian masyarakat semakin bagus, panen melimpah, harga hasil bumi baik, dan warga dijauhkan dari musibah,” katanya.

Hal senada disampaikan Solichin, warga Dusun Tempuran sekaligus Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) Jawa Tengah Media Suara Global. Ia menilai tradisi sedekah bumi memiliki nilai sosial yang penting dalam menjaga kekompakan dan kebersamaan masyarakat desa.

“Tradisi seperti ini harus terus dilestarikan karena menjadi warisan budaya yang memperkuat persaudaraan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Sriyatun, warga Dusun Mulungan sekaligus wartawan Media Suara Global, menilai pelaksanaan sedekah bumi tahun ini berlangsung lebih meriah dibanding tahun sebelumnya. Antusiasme masyarakat disebut terus meningkat baik dalam partisipasi kegiatan maupun kehadiran warga menyaksikan hiburan rakyat.

Tradisi sedekah bumi yang kini memasuki penyelenggaraan ketiga di masing-masing dusun menjadi bukti masyarakat Desa Jatilor masih menjaga kuat budaya dan adat istiadat warisan leluhur di tengah perkembangan zaman modern. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Akses Jalan Mantangai Diharapkan Lebih Baik pada 2027

PDF đź“„Dalam Safari Jumat di Desa Rantau Jaya, Bupati Kapuas meresmikan Masjid Al-Qayyum sekaligus menyoroti …

Ritual Adat Jadi Upaya Warga Dafala Jaga Sumber Air Bersih

PDF đź“„Kolaborasi ITS, Kementerian Transmigrasi, dan warga Desa Dafala menggabungkan revitalisasi jaringan air bersih, bantuan …

Koperasi Merah Putih Diharapkan Buka Pasar Baru bagi UMKM dan Petani

PDF đź“„Pelaku UMKM di Purworejo dan petani belimbing di Blitar berharap Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *