Desa Wisata Kebumen Berkembang Pesat, Pengelola Soroti Infrastruktur

KEBUMEN – Pengembangan desa wisata di Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, mulai menunjukkan dampak nyata terhadap ekonomi lokal, namun masih terkendala infrastruktur yang belum memadai sehingga pengelola mendesak intervensi pemerintah daerah.

Salah satu contoh terlihat di Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, melalui destinasi Rahayu River Tubing yang mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal serta meningkatkan Pendapatan Asli Desa (PADes). Meski demikian, akses menuju lokasi wisata masih menjadi hambatan utama bagi optimalisasi kunjungan wisatawan.

Kepala Desa (Kades) Rahayu, Paiman, menyebutkan bahwa pengembangan wisata desa telah membuka peluang kerja bagi sekitar 60 hingga 70 warga, termasuk pelajar sekolah menengah kejuruan (SMK) yang terlibat dalam operasional wisata.

“Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan. Target Pendapatan Asli Desa (PADes) kami tahun ini diharapkan mencapai Rp400 juta, dan kami optimis bisa menyentuh angka Rp500 juta seiring meningkatnya fasilitas,” ungkap Paiman, sebagaimana dilansir Banyumas Ekspres, Selasa (06/05/2026).

Namun, ia menegaskan bahwa keberlanjutan pertumbuhan tersebut sangat bergantung pada perbaikan akses jalan dari Desa Sendangdalem menuju Desa Rahayu sepanjang 1,5 kilometer yang hingga kini belum diaspal.

Ketua Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (FK Pokdarwis) Kebumen, Taufiq Hidayat, menyampaikan bahwa kendala serupa juga dialami oleh sejumlah desa wisata lain di wilayah tersebut. Ia menilai pembangunan infrastruktur menjadi faktor krusial dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata desa.

“Tentunya kami berharap agar janji pemerintah untuk ‘membangun dari pinggiran’ segera terealisasi melalui perbaikan akses jalan di wilayah perbatasan seperti Padureso. Jika tidak ada river tubing, mungkin masyarakat luas belum mengenal Desa Rahayu dan Sendangdalem. Kami sangat mendukung program pemerintah untuk terus memajukan pariwisata daerah,” kata Taufiq.

Sementara itu, Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen dalam mendukung sektor pariwisata sebagai penggerak ekonomi daerah. Menurutnya, sektor ini memiliki efek berantai terhadap Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), transportasi, hingga jasa penginapan.

“Marilah kita rawat setiap potensi yang ada di Kebumen. Jika pengunjung puas dengan pengalaman mereka saat berkunjung ke sini, mereka akan kembali dan menjadi promotor gratis bagi keindahan Kebumen,” tegas Bupati Lilis.

Pengembangan desa wisata di Kebumen dinilai tidak hanya berkontribusi pada peningkatan ekonomi masyarakat, tetapi juga menjadi sarana promosi budaya lokal. Namun, peningkatan jumlah kunjungan wisatawan juga perlu diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan agar tidak menimbulkan dampak ekologis di masa depan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Menden Jadi Laboratorium Pupuk Organik Mahasiswa UNY

PDF 📄KLATEN – Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis pertanian berkelanjutan mulai dikembangkan di Desa …

TMMD 128 Pati Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Tugu Sejarah

PDF 📄PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa …

Sepak Bola Desa Silirejo Jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Warga

PDF 📄KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *