Desa Troketon dan Warisan Sejarahnya, Dari Tradisi Lisan ke Identitas Wilayah

KLATEN – Asal-usul penamaan Desa Troketon di Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, menjadi bagian penting dari identitas budaya lokal yang terus dijaga masyarakat. Nama desa tersebut diyakini berasal dari sosok Eyang Trokecu, figur yang dihormati dan diwariskan melalui tradisi lisan lintas generasi.

Desa Troketon yang berada sekitar 25 kilometer dari pusat Kota Solo atau sekitar 42 menit perjalanan ini tidak hanya dikenal sebagai wilayah agraris, tetapi juga sebagai desa dengan akar sejarah kuat sejak masa Keraton Surakarta. Cerita mengenai asal-usul nama desa menjadi bukti bahwa nilai budaya masih hidup dalam kehidupan masyarakat setempat.

Berdasarkan penuturan warga, nama “Trokecu” lambat laun berubah menjadi “Troketon” sebagai bentuk penghormatan terhadap tokoh tersebut. Jejak keberadaan Eyang Trokecu dipercaya masih dapat ditemukan melalui makamnya di kawasan Sasonoloyo Prosorejo, Desa Kalangan, yang terletak di sebelah timur Troketon. Informasi ini sebagaimana diberitakan Tribun Solo, Rabu, (06/05/2026).

Secara administratif, Desa Troketon merupakan bagian dari Kecamatan Pedan dan termasuk dalam struktur resmi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten. Dalam perjalanan pemerintahannya, desa ini telah mengalami beberapa pergantian kepemimpinan yang mencerminkan dinamika pembangunan lokal.

Sejumlah tokoh pernah memimpin desa ini, mulai dari periode awal hingga 1974 yang dipimpin Prawiro Sudarmo dan Mangun Sudiro, dilanjutkan Paiman pada 1974–1998, Widodo pada 1998–2006, Ahmadi Tri Atmaja pada 2007–2013, hingga saat ini dipimpin Sunaryo sebagai Kepala Desa (Kades).

Dari sisi geografis, Troketon berada di jalur strategis Pedan–Juwiring yang memudahkan mobilitas masyarakat serta mendukung aktivitas ekonomi. Letak ini juga menjadi nilai tambah dalam pengembangan wilayah.

Selain kekuatan sejarah, kawasan sekitar Troketon memiliki potensi wisata yang cukup beragam. Beberapa destinasi seperti Candi Untoroyono, Umbul Ponggok, dan Umbul Manten menjadi daya tarik wisata air yang populer di Klaten. Kawasan ini juga dekat dengan destinasi lain seperti Rowo Jombor dan Candi Plaosan yang memperkaya pilihan wisata berbasis budaya dan alam.

Keberadaan potensi wisata di sekitar desa memperlihatkan peluang pengembangan ekonomi berbasis lokal yang tetap berakar pada nilai tradisi. Dengan pelestarian sejarah dan pemanfaatan potensi wilayah secara seimbang, Desa Troketon memiliki peluang untuk terus berkembang tanpa kehilangan identitas budayanya. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Mengenal Gosong Telaga Selatan, Desa Bersejarah di Aceh Singkil

PDF đź“„Desa Gosong Telaga Selatan di Aceh Singkil memiliki jejak penyebaran Islam, makam ulama, dan …

Korsleting Listrik Hanguskan 15 Rumah Petani di Desa Jarolia

PDF đź“„SUNAMGANJ – Kebakaran yang diduga dipicu korsleting jaringan listrik pedesaan menghancurkan 15 rumah keluarga …

Generasi Muda Monyemiji Mulai Jauh dari Tradisi, Festival Budaya Disiapkan

PDF đź“„JUBA – Kekhawatiran terhadap semakin berkurangnya pengetahuan generasi muda mengenai tradisi leluhur mendorong komunitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *