BADUNG – Tradisi keagamaan metatah massal di Desa Adat Sobangan, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung (Badung), Bali, tidak hanya menjadi ritual sakral, tetapi juga wujud kolaborasi antara pemerintah daerah dan masyarakat dalam menjaga budaya sekaligus meringankan beban biaya warga.
Prosesi yang digelar di Pura Prajapati, Banjar Tengah dan Selat, Minggu (03/05/2026), diikuti 44 peserta dan merupakan bagian dari rangkaian Karya Agung Ngenteg Linggih, Padudusan Agung, serta Tawur Balik Sumpah Madya. Kegiatan ini berlangsung khidmat dengan melibatkan krama adat dan unsur pemerintah daerah.
Wakil Bupati (Wabup) Badung, Bagus Alit Sucipta, hadir sebagai upasaksi dan menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung dalam mendukung kegiatan adat serta membantu masyarakat dalam pelaksanaan upacara keagamaan.
“Tidak henti-hentinya menyampaikan bahwa komitmen Pemkab Badung untuk selalu meringankan beban masyarakat di Kabupaten Badung. Apresiasi setinggi-tingginya saya sampaikan kepada krama adat Desa Sobangan yang telah bersatu padu, bergotong-royong dalam melaksanakan karya ini. Kalau tidak bersatu pasti kita tidak bisa melaksanakan karya ini. Astungkara Tuhan Yang Maha Esa, Ida Sang Hyang Widhi Wasa memberikan anugerah dan tuntunannya untuk kita semua,” ujarnya sebagaimana dilansir Tribun Bali, Selasa (05/05/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wabup Badung juga menyerahkan bantuan dana Aci dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Induk 2026 sebesar Rp500 juta. Bantuan ini diberikan sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pelestarian adat dan budaya di tingkat desa.
Dana tersebut diterima langsung oleh Bendesa Adat Sobangan, I Kadek Oka Suarya, yang menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemkab Badung terhadap masyarakat adat.
“Rangkaian karya di Pura Prajapati ini, sudah dimulai sejak tanggal 4 April yang lalu, puncaknya pada tanggal 29 April, dan berakhir pada tanggal 10 Mei mendatang. Mewakili krama, saya menyampaikan terima kasih kepada jajaran Pemkab Badung yang telah membantu masyarakat kami di Desa Sobangan,” lapornya.
Ia menambahkan, selain bantuan dari Pemkab Badung, kegiatan tersebut juga didukung Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Sobangan sebesar Rp250 juta.
Keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, tokoh adat, hingga masyarakat, menunjukkan kuatnya sinergi dalam menjaga keberlanjutan tradisi sekaligus memperkuat identitas budaya lokal di tengah perkembangan zaman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara