MADINA – Pemerintah Kabupaten Mandailing Natal (Madina) mengebut pemulihan lahan pertanian seluas sekitar 17 hektare di Desa Sayurmatua, Kecamatan Naga Juang, yang sebelumnya rusak akibat tertimbun sedimen pasir dan lumpur, dengan target rampung sebelum 28 Mei 2026. Proyek ini dipacu karena dampak kerusakan lahan telah membuat petani kehilangan satu musim tanam dan memicu tekanan ekonomi di tingkat rumah tangga tani.
Wakil Bupati Madina, Atika Azmi Utammi Nasution, menegaskan percepatan pekerjaan dilakukan secara terukur dengan pengawasan ketat di lapangan. Pemerintah daerah bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Madina dan Dinas Pertanian turun langsung meninjau progres rehabilitasi, didampingi tim teknis serta unsur TNI yang terlibat dalam pengerjaan.
“Atau paling lama harus selesai 28 Mei. Per hari ini, 4 Mei, berarti kita punya waktu sekitar 24 hari untuk menyelesaikan pekerjaan, termasuk perbaikan irigasi. Kami juga akan melakukan pengecekan secara mingguan,” ujar Atika sebagaimana diwartakan DutaPublik, Senin, (04/05/2026).
Atika menjelaskan, rehabilitasi lahan dilakukan dengan pendekatan teknis berbasis kajian dari konsultan Universitas Sumatera Utara (USU), termasuk penggunaan dua alat berat berupa ekskavator dan buldoser untuk mempercepat pemulihan struktur tanah dan saluran irigasi. Menurutnya, keterlibatan berbagai pihak ini penting agar lahan kembali produktif dan tidak meninggalkan persoalan baru di kemudian hari.
Dari sisi sosial-ekonomi, pemerintah daerah menyoroti dampak langsung terhadap petani yang kehilangan siklus tanam akibat kerusakan lahan. Kondisi tersebut memaksa sebagian warga mengalihkan pengeluaran untuk kebutuhan pangan dari pasar, yang secara tidak langsung menekan daya tahan ekonomi keluarga petani di wilayah tersebut.
Selain percepatan teknis, Pemkab Madina juga mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengawasan batas lahan agar tidak terjadi konflik pascarehabilitasi. Pemerintah menilai partisipasi warga menjadi kunci menjaga stabilitas pemanfaatan lahan setelah proses perbaikan selesai.
Sebagai langkah lanjutan, petani terdampak dijanjikan akan memperoleh bantuan bibit setelah rehabilitasi tuntas dan memasuki musim tanam berikutnya, sebagai upaya pemulihan produktivitas pertanian di kawasan Sayurmatua. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara