Wabup Mojokerto: Desa Wisata Harus Jual Cerita, Bukan Cuma Tempat

MOJOKERTO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto mendorong peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) melalui penguatan kapasitas pemasaran desa wisata dengan menggelar bimbingan teknis (bimtek) bagi para pengelola, Senin (4/5/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Mojokerto di sebuah hotel di Jalan Bypass Mojokerto ini diikuti perwakilan desa wisata se-Kabupaten Mojokerto. Fokus utama pelatihan adalah strategi pemasaran berbasis pengalaman wisatawan agar mampu meningkatkan daya tarik kunjungan.

Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Moch Rizal Octavian, menegaskan bahwa desa wisata tidak hanya menawarkan destinasi, tetapi juga pengalaman yang berkesan bagi pengunjung.

“Desa wisata itu menjual rasa, pengalaman, dan kenangan. Jadi bagaimana caranya agar wisatawan pulang membawa cerita positif yang bisa dibagikan kepada orang lain,” ujarnya sebagaimana dilansir Inilah Mojokerto, Selasa (05/05/2026).

Menurutnya, pengalaman positif wisatawan berpotensi menjadi promosi alami melalui cerita dari mulut ke mulut maupun media sosial, sehingga mampu memperluas jangkauan pemasaran tanpa biaya besar.

Wabup Mojokerto juga menyampaikan komitmen Pemkab Mojokerto dalam mendukung pengembangan desa wisata melalui kebijakan dan pembangunan infrastruktur. Namun, ia menekankan bahwa keberhasilan program tetap bergantung pada pengelola di tingkat desa.

“Kami akan terus mendukung dari sisi regulasi dan infrastruktur, tetapi keberhasilan sesungguhnya ada di tangan panjenengan semua sebagai pengelola,” tegasnya.

Ia turut mengingatkan pentingnya sinergi antar desa wisata agar tercipta ekosistem pariwisata yang kuat dan berkelanjutan.

“Kolaborasi adalah kunci. Jangan berjalan sendiri-sendiri. Desa wisata harus saling mendukung, bukan bersaing secara tidak sehat,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Disbudporapar Mojokerto, Ardi Sepdianto, menjelaskan bahwa bimtek tidak hanya membahas teknik promosi seperti fotografi dan pembuatan caption, tetapi juga strategi menjaga keberlanjutan desa wisata.

“Peserta tidak hanya belajar memotret atau membuat caption, tetapi juga bagaimana menjaga agar desa wisata tetap eksis dan berkembang dalam jangka panjang,” jelasnya.

Melalui pelatihan ini, Pemkab Mojokerto berharap desa wisata mampu menjadi penggerak ekonomi lokal sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap PAD secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kerja Sama Indonesia-Malaysia Buka Peluang Ekonomi Desa

PDF đź“„JAKARTA – Akses pasar internasional bagi produk desa menjadi salah satu fokus kerja sama …

Koperasi Desa hingga Hilirisasi Masuk Agenda Penguatan Ekonomi

PDF đź“„JAKARTA – Pemerintah menempatkan pemenuhan pangan, penanganan kelaparan anak, pengentasan kemiskinan ekstrem, serta penciptaan …

Cuaca Buruk Tekan Perdagangan, Desa Pesinggahan Ubah Strategi

PDF đź“„KLUNGKUNG – Pemerintah Desa (Pemdes) Pesinggahan menyiapkan diversifikasi usaha untuk menjaga kios ikan tetap …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *