KEBUMEN – Transformasi Desa Rahayu, Kecamatan Padureso, Kabupaten Kebumen, dari wilayah yang minim akses menjadi destinasi wisata berbasis sungai menunjukkan dampak signifikan terhadap ekonomi lokal, terutama melalui pengembangan wahana Rahayu River Tubing.
Perubahan tersebut terjadi dalam beberapa tahun terakhir, ketika masyarakat desa mulai mengelola potensi Sungai setempat menjadi aktivitas wisata arung sungai yang kini menarik minat wisatawan. Kegiatan ini tidak hanya menawarkan pengalaman petualangan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi warga.
Kepala Desa (Kades) Rahayu, Paiman, menyampaikan bahwa pengembangan wisata ini mampu menyerap puluhan tenaga kerja lokal, termasuk pelajar yang terlibat dalam operasional harian.
“Alhamdulillah, melalui wisata ini, para pekerja bisa mendapatkan upah antara Rp4 juta hingga Rp5 juta per bulan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Kompas, Minggu (03/05/2026).
Selain memberikan dampak ekonomi langsung, pengelolaan wisata ini juga mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sekitar lokasi, mulai dari kuliner hingga jasa parkir. Pendapatan asli desa (PADes) pun mengalami peningkatan signifikan dari sektor ini.
“Target PADes kami tahun ini diharapkan mencapai Rp400 juta, dan kami optimis bisa menyentuh angka Rp500 juta seiring meningkatnya fasilitas,” katanya.
Meski demikian, pengembangan destinasi ini masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama pada aspek infrastruktur. Akses jalan sepanjang sekitar 1,5 kilometer yang menghubungkan Desa Sendangdalem menuju Rahayu masih membutuhkan peningkatan kualitas agar mempermudah mobilitas wisatawan.
Di sisi lain, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kebumen turut memberikan perhatian terhadap pengembangan sektor ini. Bupati Kebumen, Lilis Nuryani, menilai pariwisata desa memiliki peran strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya doakan PADes Rahayu bisa mencapai Rp1 miliar. Namun, perhatikan detail fasilitas, terutama kebersihan toilet. Itu kunci kenyamanan pengunjung. Saya juga menyarankan pembangunan restoran di pinggir sungai sebagai potensi pendapatan tambahan,” pesannya.
Ia juga menegaskan bahwa sektor pariwisata memberikan efek berantai bagi berbagai sektor lain, termasuk UMKM, transportasi, hingga penginapan, sehingga perlu didukung melalui penguatan infrastruktur dan promosi.
Rahayu River Tubing sendiri menawarkan pengalaman menyusuri aliran sungai menggunakan ban pelampung dengan standar keselamatan yang memadai, didampingi pemandu lokal, serta menyajikan panorama perbukitan yang masih alami.
Keberhasilan pengembangan wisata ini menjadi contoh bahwa potensi desa dapat dioptimalkan melalui kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi berbasis lokal. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara