BULA – Krisis air bersih di Desa Administratif Lapela, Kecamatan Siwalalat, Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT) menjadi sorotan setelah warga terpaksa berjalan kaki berkilo-kilometer setiap hari demi memenuhi kebutuhan dasar tersebut.
Kondisi ini terungkap saat Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) SBT Ahmad Voth melakukan kegiatan reses di Kecamatan Siwalalat. Ia menyaksikan langsung aktivitas warga yang harus memikul air dari sumber yang jauh untuk dibawa pulang ke desa.
“Ibu-ibu, perempuan, bahkan anak-anak harus memikul air dan berjalan berkilo-kilometer masuk ke desa mereka,” ungkapnya.
Menurutnya, persoalan ini tidak lagi sekadar menyangkut keterbatasan infrastruktur, melainkan telah menjadi masalah serius terkait pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat. Ia menilai penyediaan air bersih harus menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) SBT bersama DPRD SBT.
“Ini kebutuhan mendasar. Masyarakat berharap ada solusi nyata agar mereka tidak lagi kesulitan mendapatkan air bersih,” tegasnya.
Selain persoalan air bersih, Voth juga menyoroti minimnya fasilitas pendidikan di Kecamatan Siwalalat. Hingga kini, wilayah tersebut belum memiliki gedung Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) pendidikan yang berfungsi sebagai pusat koordinasi layanan pendidikan di tingkat kecamatan.
“Di tengah semangat pemerintah mendorong pendidikan, justru fasilitas dasar seperti UPTD belum ada di Siwalalat,” katanya.
Ia pun mendorong Pemkab SBT untuk segera mengambil langkah konkret dalam mengatasi dua persoalan mendasar tersebut, baik melalui pembangunan infrastruktur air bersih maupun peningkatan layanan pendidikan.
“Harapan masyarakat sederhana, mereka ingin hidup lebih layak. Air bersih tersedia, pelayanan pendidikan juga bisa berjalan dengan baik,” tandasnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara