MAJALENGKA – Ngarit Award 2026 kembali digelar di Kampung Kaputren, Desa Putridalem, Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, sebagai upaya memperkuat sektor peternakan domba sekaligus mendorong pengembangan wisata edukasi berbasis desa. Kegiatan yang telah memasuki tahun keenam ini diarahkan menjadi sarana peningkatan ekonomi masyarakat melalui kolaborasi antara peternak, pemerintah, dan komunitas budaya.
Pelaksanaan Ngarit Award pada Sabtu (23/5/2026) tidak hanya menampilkan promosi hewan kurban menjelang Iduladha, tetapi juga menjadi ruang diskusi mengenai penguatan ketahanan pangan, pemasaran ternak, dan pengembangan potensi wisata peternakan di Kampung Kaputren.
Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Majalengka, Rahmat Kartono, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Majalengka, Gatot Sulaeman, Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Majalengka, Iif Rivaldi, Camat Jatitujuh, Agus Mulyanto, Kepala Desa (Kades) Putridalem, Endah Endarwati, serta budayawan dari Komunitas Konser Kampung.
Ketua Panitia Ngarit Award, Amin Halimi, menjelaskan bahwa kegiatan tersebut terus berkembang sejak pertama kali digelar pada 2020 dan kini menjadi wadah promosi yang lebih luas bagi para peternak desa.
“Tahun ini konsepnya berbeda. Tidak hanya kontes dan pameran domba, tetapi juga menghadirkan pemerintah dan komunitas agar ada perhatian lebih terhadap pengembangan peternakan di Kampung Kaputren,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Kabar Cirebon, Senin (25/05/2026).
Kampung Kaputren saat ini dikenal sebagai salah satu sentra peternakan domba di Kecamatan Jatitujuh. Terdapat sekitar 50 peternak aktif yang memelihara domba dengan jumlah bervariasi, mulai dari enam hingga puluhan ekor.
Salah seorang peternak, Yahya, menyebut perkembangan usaha peternakan domba di wilayahnya meningkat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Selain bertambahnya jumlah peternak, permintaan hewan kurban juga terus mengalami peningkatan menjelang Iduladha.
“Dulu hanya sekitar 10 peternak, sekarang sudah sekitar 50 orang. Menjelang Iduladha seperti sekarang permintaan juga meningkat. Tahun ini sekitar 200 ekor domba sudah dipesan untuk hewan kurban,” katanya.
Selain sektor peternakan, Kampung Kaputren juga dikenal sebagai kawasan kreatif yang rutin menggelar kegiatan seni dan budaya, seperti Festival Kampung Kaputren, tradisi Saparan, Muludan, hingga program kuliner kreatif. Potensi tersebut menjadi modal pengembangan wisata berbasis masyarakat yang memadukan edukasi peternakan dan pelestarian budaya lokal.
Kepala DKP3 Majalengka, Gatot Sulaeman, menegaskan pemerintah daerah akan mendukung pengembangan kawasan melalui pembinaan peternak, peningkatan kesehatan hewan, penguatan produksi, hingga penyediaan sarana pendukung pertanian dan peternakan.
“Ngarit Award bukan sekadar ajang silaturahmi peternak, tetapi juga langkah nyata memperkuat ketahanan pangan dan ekonomi masyarakat,” ujarnya.
Melalui pengembangan wisata peternakan yang terintegrasi dengan kegiatan budaya dan ekonomi kreatif, Kampung Kaputren diharapkan mampu menjadi destinasi edukatif baru sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat Desa Putridalem secara berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara