Penemuan Purbakala Beruntun Buka Tabir Sejarah Desa Nepen

BOYOLALI Dugaan keberadaan permukiman Hindu-Buddha kuno di Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali (Boyolali), Jawa Tengah (Jateng), semakin menguat setelah serangkaian temuan benda purbakala ditemukan di wilayah tersebut. Temuan terbaru berupa stupa yang diduga bagian dari bangunan peribadatan Buddha menambah indikasi bahwa kawasan desa tersebut pernah menjadi pusat aktivitas masyarakat pada masa lampau.

Staf Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali sekaligus Tim Ahli Registrasi Pendaftaran Cagar Budaya, Farid Burhanuddin, menyebut berbagai artefak dan struktur bangunan kuno yang ditemukan di Desa Nepen menjadi bukti kuat adanya aktivitas pemukiman penganut Hindu-Buddha di kawasan tersebut.

“Kalau bisa dikatakan dulu saya hanya berani mengatakan di situ dulu ada pemukiman-pemukiman penganut aliran agama Hindu-Budha dengan bukti sejarah yang tertinggal yang hari ini muncul kembali,” kata Farid, sebagaimana diberitakan Kompas, Senin, (25/05/2026).

Menurut Farid, penemuan terbaru terjadi pada 14 Mei 2026 saat warga membuka akses jalan untuk pembangunan kandang sapi. Dalam proses tersebut ditemukan stupa candi yang memiliki tinggi sekitar 1,25 meter dan diameter 1,30 meter.

Ia menjelaskan, struktur tersebut diduga berfungsi sebagai bagian dari sarana peribadatan umat Buddha pada masa lalu.

“Fungsi waktu itu bangunan (stupa candi) kemungkinan untuk peribadatan,” imbuh dia.

Tidak hanya stupa, berbagai objek lain yang diduga merupakan peninggalan Hindu-Buddha juga ditemukan di sekitar Desa Nepen. Temuan tersebut berupa struktur candi, lapik bangunan, hingga stupa lain yang berada di area pemakaman dan telah ditemukan sejak beberapa waktu lalu.

“Memang di sekitar daerah Desa Nepen itu memang ditemukan banyak sekali objek diduga cagar budaya. Struktur-struktur candi banyak sekali. Jadi 500 meter sekitar situ juga di area pemakaman juga ada stupa juga yang sudah ditemukan lama sekali,” ungkap Farid.

Meski demikian, Disdikbud Boyolali masih memerlukan penelitian lebih mendalam untuk memastikan apakah kawasan tersebut pernah menjadi pusat pemerintahan atau kerajaan pada masa Hindu-Buddha.

“Kalau kerajaan saya kira sampai hari ini belum. Tapi kita butuh kajian lebih lanjut. Kalau pemukiman sangat mungkin sekali. Karena bukti sejarah yang ada di situ memang banyak ditemukan lapik candi,” kata dia.

Kajian lanjutan diharapkan dapat mengungkap lebih jauh sejarah kawasan Desa Nepen sekaligus memperkuat upaya pelestarian potensi cagar budaya yang tersimpan di wilayah tersebut. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pelatihan Drone Dasar di Bandung Barat Siapkan SDM Digital Masa Depan

PDF 📄BANDUNG BARAT – Sebanyak 60 pelajar tingkat SMA, SMK, dan MA dari berbagai sekolah …

Pemerataan Digital Digenjot, 2.500 Desa Segera Terhubung Internet

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menargetkan sebanyak 2.500 desa yang …

Rumah Desa Sehat Panampuang Jadi Garda Depan Percepatan Penurunan Stunting

PDF 📄AGAM – Upaya percepatan penanganan stunting di Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek, Kabupaten Agam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *