MANGGARAI – Keberhasilan budidaya porang di Desa Persiapan Ruis Timur, Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai (Manggarai), mulai memberikan dampak nyata terhadap peningkatan ekonomi warga. Kelompok Tani (Koptan) Pengusaha Porang Selalu Semangat (Kompas) mencatat perolehan omzet hingga ratusan juta rupiah dari hasil panen porang, sekaligus membuka peluang kerja bagi masyarakat setempat.
Ketua Koptan Kompas, Adrianus Harum, mengatakan kelompok yang dibentuk pada 2019 itu terus berkembang setelah memulai budidaya porang sejak 2018. Selain menghasilkan pendapatan bagi anggota, usaha tersebut juga mendorong keterlibatan warga dalam kegiatan penanaman hingga panen.
“Melalui usaha Porang saya ini, saya bisa mengajak warga untuk bersama-sama menanam dan memanen Porang di kebun saya dengan upah yang layak,” ujar Adrianus Harum, sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Selasa (26/05/2026).
Menurut Adrianus, hasil usaha porang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Pada 2024, produksi mencapai sekitar 7 ton dengan omzet Rp52,5 juta. Setahun kemudian hasil panen meningkat menjadi 14 ton dengan omzet sekitar Rp147 juta. Sementara pada 2026, produksi diperkirakan mencapai 24 ton dengan potensi omzet sekitar Rp264 juta.
Secara keseluruhan, lanjutnya, nilai ekonomi budidaya porang yang dihasilkan masyarakat Desa Persiapan Ruis Timur dan wilayah sekitarnya diperkirakan telah melampaui Rp1 miliar.
Keberhasilan tersebut juga berdampak pada kesejahteraan anggota kelompok. Adrianus menyebut empat anggota Koptan Kompas telah mampu membeli kendaraan dari hasil budidaya porang.
“Ini berkat kerja keras dan semangat dari kami anggota kelompok, terbukti sudah ada 2 anggota yang beli motor dan 2 anggota yang bisa beli mobil pikap termasuk saya sendiri. Budidaya porang ini sangat menjanjikan dengan bibit yang kami tanam biji katak, umbi, dan polibek,” ujarnya.
Meski demikian, para petani masih menghadapi sejumlah kendala, mulai dari kondisi jalan yang rusak, keterbatasan bibit, hingga kasus pencurian tanaman porang. Karena itu, kelompok tani berharap adanya dukungan pemerintah melalui perbaikan infrastruktur dan bantuan bibit.
“Terkait modal untuk pengadaan bibit, pengurus kelompok sudah berkoordinasi dengan pihak ketiga yaitu Kopdit Spirit Soverdia dan pihak koperasi pun bersediah untuk pemberian modal,” ungkap Adrianus Harum.
Koptan Kompas juga menargetkan pengembangan penangkaran benih porang bersertifikasi dengan lahan belasan hektare untuk memenuhi kebutuhan bibit unggul di masa mendatang. Selain itu, kelompok tersebut siap berbagi pengalaman kepada masyarakat maupun kelompok tani lain yang ingin mengembangkan komoditas porang.
Salah seorang anggota kelompok, Bernadeta Hesti, mengaku budidaya porang telah membantu meningkatkan kesejahteraan keluarganya. Ia dan suaminya bahkan berhasil membeli sepeda motor dari hasil panen porang pada 2025.
“Kami sejak tahun 2022 mulai tanam porang, setelah termotivasi dari kelompok Tani Kompas. Dan bersyukur pada tahun 2925 lalu kami berhasil beli motor cash. Dengan hasil nyata ini, akan menjadi motivasi bagi kami untuk terus bangkit membudidayakan porang,” ujarnya.
Di sisi lain, sejumlah petani berharap adanya bantuan bibit untuk memperluas areal tanam. Paulus Nu dan Sabinus Rinel mengaku minat masyarakat terhadap porang terus meningkat, namun keterbatasan modal menjadi kendala utama.
“Kami ini sebenarnya mau tanam yang banyak tetapi kendala kami di bibit tidak ada, mau beli bibit modal tidak ada, karena ini petani tidak punya penghasilan tetap. Sehingga kami minta kepada bapak Bupati untuk bisa bantu kami bibit,” ujar Paulus Nu.
Untuk mendukung keberlanjutan usaha porang, Kepolisian Sektor (Polsek) Reo dan Kepolisian Resor (Polres) Manggarai turut memberikan sosialisasi mengenai ketahanan pangan dan keamanan serta ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Petugas juga mendorong warga membentuk kelompok tani agar lebih mudah mengakses bantuan pemerintah.
“Bapa/mama harus semangat menanam porang, karena tahu sendiri hasilnya sangat memuaskan untuk bisa meningkatkan ekonomi kita, jika terkendala dalam proses pembudidayaan, silahkan berkoordinasi dengan orang-orang atau intansi yang berkompeten dan hilangkan kata ‘masalahnya’,” ujar Samsul Rizal.
Melalui penguatan kelompok tani, peningkatan akses bibit, dan dukungan keamanan lingkungan, budidaya porang di Desa Persiapan Ruis Timur diharapkan terus berkembang sebagai sumber pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara