BANTUL – Pengembangan Desa Wisata Krebet di Kalurahan Sendangsari, Kapanewon Pajangan, Kabupaten Bantul terus menunjukkan dampak positif bagi perekonomian masyarakat. Melalui program Desa Sejahtera Astra (DSA), Astra Motor Yogyakarta memperkuat pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), pariwisata, serta pelestarian budaya lokal yang telah menjangkau ratusan warga dan pelaku usaha di desa tersebut.
Kegiatan pengenalan potensi desa dilakukan melalui Tur Media yang digelar pada 22 Mei 2026 dengan melibatkan sejumlah awak media. Program ini bertujuan memperluas publikasi potensi Desa Wisata Krebet yang dikenal sebagai sentra kerajinan batik kayu sekaligus destinasi wisata berbasis masyarakat.
Hingga saat ini, program DSA Krebet telah menjangkau 154 pelaku UMKM, pengelola desa wisata, penyedia homestay, serta kelompok bank sampah. Pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan disebut berhasil meningkatkan pendapatan pelaku usaha hingga 50 persen seiring meningkatnya permintaan pasar dan kunjungan wisatawan.
Kepala Wilayah Astra Motor Yogyakarta, Julius Armando, menegaskan pihaknya terus mendorong peningkatan eksposur publik terhadap potensi desa binaan tersebut.
“Kami di Astra Motor Yogyakarta mendukung penuh peningkatkan awareness publik terhadap program Desa Sejahtera Astra Krebet agar potensinya terus naik kelas. Melalui penguatan UMKM batik kayu, tata kelola desa, hingga fasilitas pendukung seperti homestay, kita tidak hanya meningkatkan ekonomi lokal tetapi juga menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan. Keterlibatan teman-teman media hari ini juga untuk membantu menyebarluaskan pesona lokal ini ke masyarakat luas,” ujarnya, sebagaimana dilansir Tribun Banyumas, Minggu, (24/05/2026).
Program pemberdayaan tersebut berfokus pada pengembangan UMKM batik kayu, kuliner lokal, peningkatan fasilitas homestay, penguatan tata kelola desa wisata, serta pengelolaan lingkungan melalui bank sampah guna mendukung pariwisata berkelanjutan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta diajak menyaksikan secara langsung proses pembuatan kerajinan batik kayu khas Krebet. Mereka juga mengikuti praktik membatik pada media kayu berbentuk topeng, mulai dari tahap pembatikan hingga pewarnaan.
Selain itu, peserta mengunjungi sejumlah titik unggulan desa, termasuk sanggar seni yang melestarikan musik gamelan tradisional serta Sanggar PENI yang menjadi pusat produksi kerajinan kayu bernilai ekonomi tinggi. Warga juga memperkenalkan rumah mode eco-print yang memanfaatkan bahan pewarna alami dari tumbuhan sekitar.
Sebagai bagian dari kegiatan sosial, Astra Motor Yogyakarta turut membagikan voucher servis kendaraan kepada warga sebagai bentuk dukungan terhadap mobilitas masyarakat desa.
Pada akhir kegiatan, peserta mengunjungi homLiv sebagai pusat oleh-oleh resmi Desa Wisata Krebet yang menampilkan beragam produk kerajinan, dekorasi rumah, dan suvenir hasil karya warga setempat.
Pengurus DSA Krebet, Agus Jati Kumara, berharap keterlibatan generasi muda dapat menjaga keberlanjutan desa wisata sekaligus memperkuat regenerasi perajin dan pengelola wisata di masa mendatang.
“Kami sangat berharap Desa Wisata Krebet ini bisa terus berkembang dan dikenal lebih luas lagi oleh masyarakat, terutama generasi muda. Harapan besar kami berada di tangan generasi muda, melalui kreativitas dan keterlibatan mereka, Desa Wisata Krebet bisa terus melakukan regenerasi perajin dan pengelola, sehingga tempat ini tetap menjadi desa wisata yang berkelanjutan di masa depan,” tutupnya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara