Gubernur Malut Tinjau Lokasi Bentrok, Beasiswa Disiapkan untuk Korban

HALMAHERA TENGAH – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bergerak mempercepat pemulihan pascabentrok antarwarga di Desa Sibenpopo dan Desa Banemo, Kecamatan Patani Barat, dengan fokus pada jaminan pendidikan dan stabilitas keamanan masyarakat.

Langkah ini ditegaskan Gubernur Maluku Utara Sherly Laos saat mengunjungi Desa Sibenpopo pada Rabu (8/4/2026) guna melihat langsung kondisi warga terdampak konflik. Dalam kunjungan tersebut, ia berdialog dengan masyarakat untuk menyerap aspirasi sekaligus memastikan penanganan berjalan optimal.

Salah satu warga menyampaikan bahwa dokumen penting milik anaknya untuk keperluan kuliah hangus terbakar, yang berdampak pada kondisi ekonomi keluarga.

Menanggapi hal tersebut, Sherly Laos menyatakan komitmen Pemprov Maluku Utara dalam menjamin keberlanjutan pendidikan melalui program beasiswa bagi 1.000 anak di daerah tersebut.

“Pemerintah hadir untuk memastikan anak-anak tetap bisa melanjutkan pendidikan, meski dalam kondisi sulit,” ujarnya.

Selain sektor pendidikan, Pemprov Maluku Utara juga berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Halmahera Tengah dalam mempercepat pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak konflik.

Di sisi keamanan, penguatan dilakukan melalui sinergi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Komandan Korem (Danrem) 152/Babullah Enoh Solehudin menyatakan kesiapan pihaknya membantu aparat kepolisian menjaga stabilitas wilayah, termasuk rencana pembentukan Pos Komando Rayon Militer (Posramil) di titik strategis yang berdekatan dengan Sub Kepolisian Sektor (Sub Polsek).

Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terprovokasi, serta mempercayakan penanganan kasus kepada aparat berwenang.

Bentrok antarwarga terjadi di perbatasan Desa Banemo dan Desa Sibenpopo pada Jumat (3/4/2026), dipicu penemuan jasad seorang warga bernama Ali Abas (65) di area kebun yang masuk wilayah Desa Sibenpopo sehari sebelumnya. Dugaan pembunuhan memicu ketegangan hingga kedua kelompok terlibat aksi saling serang menggunakan senjata tajam dan senapan angin.

Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan puluhan rumah warga terbakar. Aparat gabungan dari Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Tengah dan TNI dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1512/Weda dikerahkan untuk mengendalikan situasi, meski sempat menghadapi kendala akibat tingginya emosi massa. Bantuan tambahan dari Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara melalui Brigade Mobil (Brimob) dan Direktorat Samapta turut diturunkan guna meredam konflik. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kekeringan Melanda, Sawah Desa Kedongdong Dapat Pasokan Air Darurat

PDF đź“„Persawahan Desa Kedongdong, Cirebon, mendapat penanganan darurat melalui pengaturan giliran aliran air dan pemasangan …

Jelang Pemungutan Suara, Kesiapan Pilkades 64 Desa Diperketat

PDF đź“„Sebanyak 64 desa di Manggarai Barat memasuki tahap akhir persiapan Pemilihan Kepala Desa serentak …

Listrik Desa Nyamuk Menyala Lagi, Gotong Royong Warga Jadi Kunci

PDF đź“„Gotong royong warga menjadi bagian penting dalam pemulihan listrik Desa Nyamuk setelah pasokan padam …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *