PATI – Lonjakan kunjungan wisata saat libur panjang membuat Wisata Desa Jrahi di Kecamatan Gunungwungkal, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, kerap kewalahan hingga harus membatasi jumlah pengunjung demi menjaga kualitas pelayanan dan kenyamanan wisatawan.
Desa Jrahi yang berada di lereng Pegunungan Muria ini menjadi salah satu destinasi favorit dengan jarak sekitar 33 kilometer dari pusat Kota Pati. Akses menuju lokasi ditempuh sekitar satu jam perjalanan dengan kondisi jalan naik turun yang justru menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dari kawasan perbukitan Jrahi, wisatawan dapat menikmati panorama Kota Pati hingga Pegunungan Muria dari ketinggian sekitar 500 meter di atas permukaan laut. Pemandangan matahari terbenam pada sore hari serta suasana embun pagi yang sejuk menjadi pengalaman yang banyak diburu wisatawan.
Pengelola wisata Jrahi, Yusuf, mengatakan lonjakan pengunjung terutama terjadi saat libur hari raya. Bahkan, pihak pengelola terpaksa menolak sebagian wisatawan karena keterbatasan kapasitas. “Hari raya sangat ramai, bahkan kami banyak menolak tamu karena terlalu ramai. Takut pelayanan kurang maksimal. Yang datang dari Pati, Jepara, Kudus dan Rembang,” ujarnya.
Ia menjelaskan, fasilitas utama yang ditawarkan antara lain lapangan camping di kawasan Lapangan Pancasila, kedai kopi, serta berbagai titik swafoto di atas bukit. “Fasilitas sendiri ada lapangan untuk camping, lapangan Pancasila karena desa dikenal wisata Pancasila, kedai kopi dan spot foto di atas bukit dengan pemandangan alam,” kata Yusuf.
Desa Jrahi juga dikenal sebagai Desa Pancasila karena keberagaman masyarakatnya yang terdiri dari umat Kristen, Islam, Buddha, hingga penganut kepercayaan yang hidup rukun berdampingan. “Wisata Pancasila karena Jrahi bagai Indonesia mini ada Kristen, Islam, Buddha dan penganut kepercayaan dan mereka hidup rukun,” jelas dia.
Untuk wisatawan yang ingin bermalam, pengelola menyediakan penyewaan tenda berkapasitas empat orang dengan tarif mulai Rp80 ribu hingga Rp100 ribu. “Untuk camping umum sewa tenda kapasitas 4 orang itu Rp 100 ribu, untuk acara sekolah dan ibadah Rp 80 ribu, untuk acara ibadah tidak dikenakan sewa tempat,” jelas dia.
Selain itu, keberadaan kedai kopi di kawasan perbukitan turut menjadi daya tarik tambahan bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama alam sambil bersantai.
Salah satu wisatawan asal Pati, Heri Puryanto, mengaku sengaja datang bersama rombongan untuk menikmati suasana alam sekaligus bermalam. “Pemandangan dari sini bagus, bisa menikmati keindahan alam Pegunungan Muria Kota Pati dari sini, pokoknya indah dan suasana adem, airnya juga dingin,” kata Heri.
Dengan meningkatnya minat wisatawan, pengelola berharap pengembangan fasilitas dan pengelolaan kunjungan dapat terus ditingkatkan agar potensi wisata desa tetap berkelanjutan tanpa mengurangi kenyamanan pengunjung. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara