Ribuan Krama Buleleng Gelar Melasti, 89 Sarad Diarak ke Laut

BULELENG – Prosesi Melasti pasca Hari Raya Nyepi di Desa Adat Buleleng, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng, Bali, berlangsung khidmat dengan melibatkan ribuan krama yang mengarak puluhan sarad dan ampilan menuju Pura Segara Buleleng, Kamis (02/04/2026).

Sebanyak 89 sarad dan 46 kotak ampilan diusung dalam arak-arakan sejauh kurang lebih empat kilometer dari Pura Kahyangan Tiga Desa Adat Buleleng menuju kawasan pesisir. Prosesi ini menjadi bagian penting dalam rangkaian upacara penyucian diri dan alam semesta bagi umat Hindu.

Rangkaian kegiatan diawali dengan prosesi mapiuning dan penurunan pralingga dari gedong di Pura Kahyangan Tiga. Selanjutnya, dua buah kulkul yang berada di sisi utara dan selatan jaba tengah Pura Desa dibunyikan secara bergantian sebagai tanda dimulainya prosesi.

Iring-iringan dimulai dengan sarad pembuka dari Pura Siwa Sapuh Jagat Banjar Paketan, diikuti puluhan sarad dan ampilan dari berbagai dadia di wilayah desa adat. Sementara itu, sarad dari Pura Desa berada di barisan penutup.

Kelian Desa Adat Buleleng, Nyoman Sutrisna, menjelaskan bahwa seluruh sarad yang diarak memiliki makna simbolis dalam prosesi Melasti. “Setiap melasti diawali dengan sarad dari Pura Ciwa Sapujagat. Maknanya sebagai pembersih sekaligus pengawal bagi sarad lainnya,” ujarnya.

Sesampainya di Pantai Buleleng, prosesi dilanjutkan dengan ritual mekobok, yakni berjalan ke laut sambil membawa sarad, ampilan, dan kober sebagai simbol penyucian. Ombak laut menjadi bagian dari prosesi sakral yang melambangkan pembersihan lahir dan batin.

Setelah itu, rangkaian dilanjutkan dengan Ngewangsuh Paica di Pura Kahyangan Tiga. Setiap dadia melaksanakan persembahyangan bersama sebelum tirta wangsuh dipercikkan ke parahyangan dan palemahan, serta memohon tirta dari Pura Segara sebagai berkah penyucian.

Prosesi ini tidak hanya menjadi bagian dari tradisi keagamaan, tetapi juga memperkuat kebersamaan krama Desa Adat Buleleng dalam menjaga nilai-nilai spiritual dan budaya yang diwariskan secara turun-temurun. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Desa Menden Jadi Laboratorium Pupuk Organik Mahasiswa UNY

PDF đź“„KLATEN – Inovasi pengelolaan limbah rumah tangga berbasis pertanian berkelanjutan mulai dikembangkan di Desa …

TMMD 128 Pati Tak Hanya Bangun Jalan, Tapi Juga Tugu Sejarah

PDF đź“„PATI – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0718/Pati di Desa …

Sepak Bola Desa Silirejo Jadi Magnet Ekonomi dan Hiburan Warga

PDF đź“„KAJEN – Turnamen Sepak Bola Silirejo Cup 2026 di Desa Silirejo, Kecamatan Tirto, Kabupaten …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *