NGADA – Wakil Bupati Ngada, Bernadinus Dhey Ngebu, meresmikan Desa Wogo sebagai Desa Edukasi dan Ekowisata berbasis masyarakat lokal, Jumat (8/8/2025). Peresmian yang berlangsung di Kampung Adat Wogo ini ditandai dengan penandatanganan prasasti dan disaksikan langsung oleh Asisten Deputi Amenitas dan Aksesibilitas Pariwisata Wilayah II Kementerian Pariwisata RI, bersama Pelaksana Tugas Badan Pelaksana Otoritas Labuan Bajo Flores (BPOLF), Dwi Marhen Yono.
Acara tersebut mendapatkan dukungan luas dari masyarakat, tokoh adat, pemerintah desa, dan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) setempat.
Wabup Bernadinus mengatakan, penetapan Desa Wogo sejalan dengan visi Pemkab Ngada, yaitu membangun desa dan menata kota. Desa Wogo diharapkan menjadi model wisata berbasis edukasi dan ekowisata yang memadukan potensi budaya, alam, dan ekonomi kreatif masyarakat lokal.
“Kita berharap Desa Wogo menjadi inspirasi kebersamaan, keberlanjutan, dan kolaborasi bersama komunitas pecinta alam dan budaya, dengan mengutamakan prinsip wisata berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, peresmian ini juga menjadi langkah awal mendorong kemandirian desa di Ngada melalui pengelolaan potensi lokal secara profesional dengan keterlibatan aktif semua lapisan masyarakat.
Dwi Marhen Yono dalam kesempatan itu mengungkapkan dukungan penuh terhadap kemajuan desa di Ngada melalui pemberdayaan masyarakat lokal. Ia menilai, Ngada memiliki daya tarik wisata unik yang menggabungkan kearifan lokal dengan kekayaan alam bernilai tinggi.
“Bayangkan wisatawan datang untuk tanam bambu, tracking hutan bambu, makan dengan peralatan bambu, dan melihat langsung proses menganyam bambu. Itu mungkin tidak ada di dunia, dan bisa menjadi yang pertama di Kabupaten Ngada,” kata Dwi.
Peresmian Desa Wogo ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Wolobobo 2025. Selain kegiatan di kampung adat, festival juga menampilkan pameran UMKM lokal dan pentas seni di Kampus Bambu Turetogo.
Redaksi03
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara