Pentingnya Afirmasi bagi Perempuan Tengger, Sorotan Prof. Siti di Forum Desa

BONDOWOSO – Desa memiliki peran strategis dalam mewujudkan kesejahteraan nasional, terutama melalui program Koperasi Merah Putih. Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Senior Politik dan Pemerintahan dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Dr. Siti Zuhro, dalam sesi diskusi Mujadalah Kiai Kampung (MKK) yang berlangsung di Desa Ngadas, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat lalu.

Dalam forum yang dihadiri oleh tokoh desa, pejabat kementerian, serta masyarakat adat Tengger, Prof. Siti menegaskan pentingnya memaksimalkan potensi desa dengan dukungan menyeluruh dari pemerintah pusat dan daerah.

“Kita patut bersyukur karena desa hari ini didampingi oleh menteri dan wakil menteri yang guyub dan turun langsung ke lapangan,” ujarnya.

Ia mengingatkan bahwa desa tak boleh terus-menerus menjadi objek bantuan, melainkan harus tampil sebagai subjek pembangunan yang mandiri. Pemerintah desa diharapkan berhenti mengeluh dan mulai menunjukkan hasil kerja nyata yang dapat dibanggakan secara nasional.

“Desa jangan hanya mengeluh. Kalau memang sudah ada pengurus desa yang bekerja, mari kita ceritakan itu di forum seperti ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, Prof. Siti menyatakan bahwa jika para pemimpin daerah seperti bupati atau menteri hadir di tengah-tengah masyarakat, maka sudah sepatutnya inovasi dan terobosan desa ditampilkan secara terbuka.

“Potensi desa harus kita pamirkan. Kita tunjukkan bahwa desa telah melakukan terobosan luar biasa,” katanya.

Ia juga mengapresiasi keberadaan MKK sebagai forum yang menjembatani aspirasi masyarakat akar rumput dengan kebijakan pusat.

“MKK ini sudah menyampaikan kebutuhan riil masyarakat desa kepada pemangku kebijakan. Ini bentuk perantara yang dibutuhkan dalam sistem demokrasi kita,” ucapnya.

Prof. Siti mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat kolaborasi antara pemerintah, MKK, dan masyarakat desa guna mempercepat capaian kesejahteraan.

Tak hanya itu, perhatian khusus juga diberikan kepada perempuan desa, terutama perempuan adat Tengger. Prof. Siti mendorong adanya afirmasi khusus bagi ibu-ibu di wilayah tersebut dalam bentuk pelatihan, akses modal, dan pelibatan aktif dalam kegiatan ekonomi desa.

“Saya mengusulkan agar ibu-ibu di Tengger diberikan afirmasi khusus. Potensi mereka besar dan butuh difasilitasi,” ujarnya.

Afirmasi ini dinilai penting untuk membangun ketahanan sosial dan ekonomi di wilayah pegunungan seperti Sukapura.

Mengakhiri diskusinya, Prof. Siti mendorong seluruh elemen desa untuk tidak menyia-nyiakan momentum kolaborasi yang saat ini terbuka lebar.

“Ini saatnya kita maksimalkan apa yang kita punya. Jangan sia-siakan peluang yang ada hari ini,” pungkasnya.

Redaksi03

About adminfahmi

Check Also

Pemalang Siapkan 1.157 Satlinmas untuk Amankan Pilkades 2026

PDF 📄PEMALANG – Sebanyak 1.157 anggota Satuan Perlindungan Masyarakat (Satlinmas) dari 173 desa di Kabupaten …

HELAU Tak Sekadar Slogan, Pemkab Lampung Selatan Targetkan Jadi Gerakan Massal

PDF 📄LAMPUNG SELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan memperkuat implementasi Program Hijau, Elok, Lestari, …

Komunikasi Intensif Polisi dan Desa Perkuat Stabilitas Keamanan

PDF 📄KOTAWARINGIN BARAT – Sinergi antara kepolisian dan pemerintah desa terus diperkuat untuk menjaga stabilitas …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *