BANJARBARU – Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali yang dijalankan PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng) mendorong masyarakat Kota Banjarbaru mengubah sampah rumah tangga menjadi sumber pendapatan sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Melalui Bank Sampah Jolali, warga kini terbiasa memilah sampah dari rumah untuk kemudian ditabung dan memiliki nilai ekonomi.
Setiap pekan, masyarakat menyetorkan sampah yang telah dipilah, seperti botol plastik, kardus, dan kertas bekas. Sampah tersebut dicatat sebagai tabungan yang hasil penjualannya dapat dimanfaatkan untuk membantu memenuhi kebutuhan keluarga.
Salah seorang pengelola Bank Sampah Jolali, Margiono, mengatakan perubahan perilaku masyarakat terbentuk melalui pendampingan yang dilakukan secara berkelanjutan. “Awalnya tidak mudah mengajak warga memilah sampah dari rumah. Namun seiring waktu mereka mulai merasakan manfaatnya. Lingkungan menjadi lebih rapi, volume sampah berkurang, dan hasil penjualan sampah juga bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan keluarga maupun kegiatan bersama,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Poros Kalimantan, Selasa (14/07/2026).
Manfaat program juga dirasakan para nasabah bank sampah. Salah satunya Elma yang mengaku kini terbiasa memilah sampah sebelum disetorkan. “Dulu sampah langsung kami buang. Sekarang kami kumpulkan dan dipilah terlebih dahulu. Hasilnya memang tidak selalu besar, tetapi cukup membantu kebutuhan sehari-hari. Yang paling terasa, lingkungan menjadi lebih bersih dan anak-anak juga ikut belajar bahwa sampah bisa memiliki nilai jika dikelola dengan baik,” katanya.
General Manager (GM) PLN UID Kalselteng, Iwan Soelistijono, menegaskan program pemberdayaan tersebut merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di luar penyediaan listrik. Menurutnya, Bank Sampah Jolali membuktikan bahwa kepedulian terhadap lingkungan mampu menciptakan manfaat ekonomi sekaligus mempererat kebersamaan warga.
“Ketika masyarakat menjadi pelaku utama, sebuah program akan terus hidup dan berkembang karena manfaatnya benar-benar dirasakan oleh warga,” ujar Iwan.
Keberhasilan Program PLN Peduli Desa Berdaya Jolali juga mengantarkan program tersebut meraih penghargaan Gold Indonesian Sustainable Development Goals Awards (ISDA) 2025 atas kontribusinya dalam mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs). PLN berharap model pemberdayaan ini dapat menginspirasi lebih banyak masyarakat untuk mengelola sampah secara produktif sehingga tercipta lingkungan yang lebih bersih, masyarakat yang semakin berdaya, dan pembangunan berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara