PROBOLINGGO – Pemerintah Desa (Pemdes) Roto, Kecamatan Krucil, Kabupaten Probolinggo, memperkuat pembangunan sumber daya manusia (SDM) melalui pembinaan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus mengoptimalkan layanan kesehatan masyarakat melalui kegiatan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan warga di luar pembangunan infrastruktur.
Pembinaan TP PKK dilaksanakan di Balai Desa Roto pada Senin (13/7/2026). Kegiatan tersebut berfokus pada peningkatan kapasitas kader dalam pengelolaan administrasi organisasi, evaluasi program kerja, serta penguatan peran PKK di tengah masyarakat.
Ketua TP PKK Kecamatan Krucil, Junaidah, mengatakan pembinaan administrasi menjadi salah satu materi utama agar seluruh program PKK berjalan lebih tertib, terdokumentasi dengan baik, dan mudah dipertanggungjawabkan.
“Pembinaan perlu dilakukan agar PKK lebih baik dalam melaksanakan tugas dan berdampak pada lingkungan masyarakat,” katanya.
Selain penguatan administrasi, peserta juga memperoleh sosialisasi mengenai pengelolaan sampah rumah tangga. Masyarakat didorong memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk, sedangkan sampah nonorganik diarahkan untuk didaur ulang sehingga volume sampah dapat ditekan sejak dari lingkungan rumah.
“Harapannya, melalui PKK sampah bisa dimanfaatkan dan dikelola dengan bijak,” katanya.
Junaidah menambahkan, pupuk organik hasil pengolahan sampah dapat dimanfaatkan untuk tanaman pekarangan yang memenuhi kebutuhan rumah tangga sekaligus berpotensi menambah pendapatan keluarga.
“Kepedulian harus dipupuk dari tindakan kecil. Dari pemanfaatan sampah organik bisa menjadi sumber penghasilan keluarga,” tuturnya.
Ketua TP PKK Desa Roto, Khorija, menilai pembinaan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas kader, tetapi juga menjadi sarana mengevaluasi pelaksanaan program PKK agar semakin tepat sasaran.
“Pembinaan dilakukan agar PKK lebih terarah dan bermanfaat di lingkungan masyarakat,” ujarnya.
Di sektor kesehatan, Pemdes Roto juga mengalokasikan sebagian anggaran desa untuk mendukung pelayanan Posyandu di lima dusun, yakni Krajan, Kertakata Timur, Jawaan Barat, Karangtengah Utara, dan Penang Paek.
Bendahara Desa Roto, Imam Muhlisin, mengatakan kegiatan Posyandu rutin menyasar balita, ibu hamil, dan lanjut usia (lansia) melalui pelayanan kesehatan, pemeriksaan berkala, serta pemberian makanan tambahan (PMT) dengan menu bergizi.
“Anggaran yang dimiliki desa kami sisihkan untuk memenuhi bidang kesehatan masyarakat lintas usia. Agar kesehatan masyarakat lebih terjamin,” jelasnya.
Ia menjelaskan perhatian utama diberikan pada pemenuhan gizi balita karena berpengaruh terhadap proses tumbuh kembang anak. Selain itu, Posyandu ibu hamil dan lansia dimanfaatkan sebagai sarana deteksi dini berbagai penyakit agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
“Kegiatan Posyandu kami maksimalkan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat rentan. Terdapat 418 balita, 56 ibu hamil, dan 60 lansia aktif mengikuti kegiatan Posyandu,” bebernya.
Selain pemberdayaan masyarakat, Pemdes Roto juga menyiapkan sejumlah program pembangunan tahun 2026, meliputi pembangunan dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH), 10 unit jamban sehat, serta pelaksanaan program padat karya tunai. Seluruh program tersebut dijalankan sebagai bagian dari peningkatan kualitas hidup masyarakat desa, sebagaimana diberitakan Jawa Pos Radar Bromo, Rabu (15/07/2026). []
Redaksi02 | Nadiya,
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara