Landscape Kayan Disiapkan Jadi Pusat Pembangunan Hijau di 18 Desa Bulungan

BULUNGAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulungan, Kalimantan Utara (Kaltara), memperkuat pengembangan kawasan Integrated Area Development (IAD) atau Landscape Kayan sebagai model pembangunan hijau yang memadukan pelestarian lingkungan dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat di 18 desa yang tersebar di empat kecamatan.

Kawasan seluas sekitar 580.000 hektare tersebut diproyeksikan menjadi pusat pembangunan berkelanjutan di wilayah pedalaman Bulungan. Konsep yang diterapkan menitikberatkan pada pemanfaatan sumber daya alam (SDA) secara bertanggung jawab agar mampu memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan kelestarian lingkungan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Bulungan Risdianto mengatakan Landscape Kayan merupakan aset strategis daerah yang memiliki kekayaan sumber daya alam dan keanekaragaman hayati sehingga pengelolaannya harus mampu menjaga keseimbangan antara aspek ekologis dan ekonomi.

“Landscape Kayan merupakan potensi besar yang dimiliki Bulungan. Karena itu, pembangunan yang dilakukan harus mampu menjaga kelestarian lingkungan sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat,” kata Risdianto, sebagaimana dilansir Kompas, Senin (13/07/2026).

Untuk mendukung pengembangan kawasan tersebut, Pemkab Bulungan menjalankan berbagai program pemberdayaan masyarakat, salah satunya melalui sekolah lapang yang memberikan pelatihan mengenai pengelolaan SDA secara berkelanjutan, pengembangan usaha produktif, serta pemanfaatan potensi lokal tanpa merusak ekosistem.

Menurut Risdianto, peningkatan kapasitas masyarakat desa menjadi bagian penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan seiring dengan upaya menjaga fungsi lingkungan sebagai penyangga kehidupan.

“Pendekatan tersebut diharapkan mampu meningkatkan kapasitas masyarakat desa. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga fungsi lingkungan sebagai penyangga kehidupan,” ucap Risdianto.

Ia menambahkan, keberhasilan pembangunan hijau memerlukan keterlibatan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi hingga pemangku kepentingan lainnya agar keseimbangan antara pemanfaatan SDA dan konservasi lingkungan tetap terjaga.

“Pembangunan berkelanjutan membutuhkan kolaborasi. Pemerintah, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan harus bersama-sama menjaga keseimbangan antara perlindungan lingkungan dan pertumbuhan ekonomi,” ucap Risdianto.

Melalui pengembangan Landscape Kayan, Pemkab Bulungan berharap kawasan pedalaman mampu berkembang sebagai model pembangunan hijau yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa sekaligus menjaga kelestarian lingkungan untuk jangka panjang. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Grobogan Kembangkan Tradisi Asrah Batin Menjadi Wisata Berbasis Budaya

PDF 📄GROBOGAN – Tradisi Asrah Batin yang digelar di Desa Ngombak dan Desa Karanglangu, Kecamatan …

Ribuan Seniman Meriahkan Festival Lima Gunung yang Dibangun Gotong Royong Warga

PDF 📄MAGELANG – Festival Lima Gunung (FLG) XXV/2026 kembali menegaskan kekuatan gotong royong masyarakat desa …

Desa di Maroko Gunakan Cermin sebagai Penerangan Alami Tanpa Listrik

PDF 📄DENPASAR – Sebuah desa di Maroko memanfaatkan cermin sederhana untuk memantulkan cahaya bulan sebagai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *