BANDUNG – Area pembuangan sampah di pinggir Jalan Raya Ciganitri, Desa Cipagalo, Kecamatan Bojongsoang, Kabupaten Bandung (Kab. Bandung), dipastikan akan ditutup secara permanen mulai Jumat (17/7/2026). Keputusan tersebut diambil setelah rapat koordinasi antara Pemerintah Kecamatan (Pemcam) Bojongsoang bersama pengurus rukun warga (RW) dan tokoh masyarakat sebagai upaya mengakhiri penumpukan sampah sekaligus mendorong sistem pemilahan sampah dari sumbernya.
Camat Bojongsoang, Kankan Taufik Barnawan, mengatakan seluruh pihak yang hadir dalam rapat telah menyepakati penutupan lokasi pembuangan tersebut. Setelah penutupan dilakukan, kawasan akan dibersihkan secara bertahap agar tidak kembali digunakan sebagai tempat pembuangan sampah liar.
“Intinya pengurus RW dan para tokoh sudah setuju untuk ditutup. Jadi, rencana mulai Jumat besok. Terus nanti akan dijadwalkan pembersihan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Tribun Jabar, Selasa (14/7/2026).
Selain menutup lokasi, warga juga diminta mulai memilah sampah sebelum dibuang agar pengelolaan limbah rumah tangga menjadi lebih efektif. Menurut Kankan, masyarakat telah menyatakan kesediaannya melakukan pemilahan, namun masih membutuhkan kerja sama resmi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk menangani sampah residu.
“Warga sudah mau memilah sampah. Tinggal butuh dorongan warga memohon ada kerjasama secara resmi dengan Dinas LH terkait sampah residunya,” ucapnya.
Kankan juga menjelaskan bahwa lokasi tersebut sempat menjadi perhatian publik setelah terjadi kebakaran pada tumpukan sampah. Peristiwa itu berlangsung pada dini hari bertepatan dengan hari pelaksanaan rapat koordinasi.
“Tiba-tiba tadi malam ada yang membakar, enggak tahu ini siapa yang ngebakarnya. Tiba tiba api udah besar dan viral tadi malam. Tadi malam sekitar jam 12.00 api bisa padamnya,” ujarnya.
Sebelumnya, tumpukan sampah masih terlihat memenuhi sisi Jalan Raya Ciganitri, tepatnya di sekitar jembatan penyeberangan tol yang berbatasan dengan Kota Bandung. Di sejumlah titik juga tampak asap dari pembakaran sampah yang terus mengepul sehingga memicu keresahan warga sekitar. Dengan penutupan permanen serta penerapan pemilahan sampah, pemerintah berharap persoalan sampah di kawasan tersebut dapat ditangani secara lebih berkelanjutan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara