KENDAL – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kendal menyiapkan distribusi bantuan air bersih bagi desa-desa yang diperkirakan mengalami krisis air selama musim kemarau 2026. Sebanyak tiga mobil tangki telah disiagakan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di sejumlah wilayah yang rutin terdampak kekeringan.
Wilayah yang menjadi perhatian meliputi Kecamatan Pageruyung, Plantungan, Sukorejo, Patean, Boja, Singorojo, Limbangan, dan Kaliwungu Selatan. Kawasan pegunungan tersebut kerap mengalami penurunan debit air karena sungai dan sumur warga mengering saat kemarau.
Kepala Seksi (Kasi) Kedaruratan BPBD Kendal, Iwan Sulistyo, mengatakan BPBD setiap tahun menyalurkan bantuan air bersih ke desa-desa yang membutuhkan. Saat ini, armada yang disiapkan terdiri atas tiga mobil tangki dengan kapasitas masing-masing 5.000 liter.
“Ada tiga mobil tanki air yang masing-masing berkapasitas lima ribu liter air,” katanya, sebagaimana dilansir RRI, Selasa (14/07/2026).
Menurut Iwan, jumlah desa yang mengalami kekurangan air bersih terus menurun dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Kondisi tersebut didukung pembangunan Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) serta sumur bor yang dibangun pemerintah maupun pihak lain.
“Ada beberapa desa yang tahun kemarin sudah tidak lagi kesulitan air bersih, karena sudah ada sumur bor dan pamsimas,” katanya.
BPBD Kendal juga menjalin koordinasi dengan Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumdam) Kendal untuk penyediaan pasokan air bersih, serta dengan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP dan Damkar) Kendal dalam mengantisipasi kebakaran selama musim kemarau.
Selain BPBD, Palang Merah Indonesia (PMI) Kendal, perusahaan, serta sejumlah organisasi turut membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan.
Sementara itu, Kepala Satpol PP dan Damkar Kendal, Bambang Djoko Pitono, mengingatkan masyarakat agar berhati-hati saat membakar sampah karena musim kemarau meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Jangan ditinggal ketika membakar sampah dan membuang puntung rokok sembarangan, karena bisa menjadi penyebab terjadinya kebakaran,” katanya. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara