LIMBOTO – Produk olahan hasil laut dan makanan tradisional menjadi salah satu potensi usaha keluarga yang diperkenalkan oleh kader Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) desa di Kecamatan Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo. Melalui kegiatan Jambore (Jumbara) PKK dan Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu), produk-produk tersebut dipromosikan untuk memperluas pengenalan sekaligus membuka peluang pemasaran.
Beragam produk dipamerkan melalui stan Kecamatan Batudaa Pantai, mulai dari olahan cumi, cakalang fufu, bakso ikan, stik ikan, hingga kue tradisional dan minyak goreng kampung. Produk tersebut merupakan hasil pengembangan usaha yang melibatkan PKK desa dan keluarga di wilayah pesisir.
Camat Batudaa Pantai, Rahmat Djailani, mengatakan keikutsertaan PKK desa dalam Jumbara menjadi kesempatan untuk memperlihatkan potensi usaha yang tumbuh di lingkungan masyarakat. Ia berharap promosi tersebut dapat memperluas jangkauan pemasaran produk lokal.
“Melalui Jumbara ini, kami ingin memperkenalkan bahwa desa-desa di Batudaa Pantai memiliki beragam produk unggulan. Kami berharap produk ini semakin dikenal, diterima masyarakat, dan mendapatkan pasar yang lebih luas,” ujar Rahmat, Kamis malam (05/11/2026).
Menurut Rahmat, pengembangan produk unggulan tersebut berkaitan dengan pelaksanaan 10 program pokok PKK, terutama kegiatan pengembangan usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga. Pemberdayaan ekonomi dapat dimulai melalui pemanfaatan sumber daya di sekitar masyarakat menjadi barang yang memiliki nilai jual.
“Produk-produk yang kami tampilkan merupakan manifestasi dan aktualisasi 10 program pokok PKK. Salah satu yang kami dorong adalah pengembangan usaha untuk meningkatkan pendapatan keluarga, melalui pemberdayaan UMKM berbasis demokrasi ekonomi keluarga,” jelasnya.
Potensi hasil laut menjadi salah satu sumber bahan baku bagi usaha keluarga di kawasan Batudaa Pantai. Komoditas tersebut diolah menjadi berbagai produk makanan, sehingga tidak hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah, tetapi juga diperkenalkan melalui produk olahan.
“Wilayah kami berada di kawasan pantai dengan hasil laut yang melimpah. Potensi ini harus memberikan manfaat lebih bagi keluarga. Karena itu, hasil laut dikembangkan menjadi beragam olahan yang memiliki nilai tambah,” kata Rahmat.
Selain produk berbahan dasar hasil laut, stan kecamatan juga menampilkan kue dumalo dan minyak goreng kampung. Ada pula kue kolombengi yang diperkenalkan sebagai bagian dari identitas budaya dan religi masyarakat Batudaa Pantai.
Keberadaan produk tradisional tersebut memperlihatkan bahwa pengembangan usaha keluarga tidak hanya bertumpu pada pemanfaatan bahan baku lokal, tetapi juga dapat berjalan beriringan dengan upaya menjaga tradisi masyarakat.
“Kolombengi memiliki keterkaitan dengan identitas budaya dan religi masyarakat Batudaa Pantai. Kami ingin produk seperti ini tetap dikenal dan terus dikembangkan, sehingga tradisinya terjaga dan manfaat ekonominya juga dirasakan keluarga,” tuturnya.
Sebagaimana diberitakan Beritaa1, Jumat (06/11/2026), Rahmat berharap keikutsertaan PKK desa dalam Jumbara dapat mendorong keberlanjutan pengembangan produk, termasuk melalui peningkatan mutu dan perbaikan kemasan agar semakin diminati konsumen.
“Harapan kami, promosi ini berlanjut menjadi peluang usaha. Produk semakin dikenal, permintaan bertambah, dan pada akhirnya membantu meningkatkan pendapatan keluarga,” pungkasnya.
Pengembangan produk berbasis potensi pesisir dan kekayaan tradisi lokal diharapkan dapat terus diperkuat agar usaha keluarga di desa memiliki peluang pasar yang lebih luas. []
Redaksi02
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara