Tak Merasa Sakit, 131 Warga Mimika Ternyata Terinfeksi Malaria

Sebanyak 131 warga terdeteksi positif malaria tanpa gejala klinis dari 23.523 orang yang menjalani skrining hingga 29 Oktober 2026, mendorong Puskesmas Karang Senang memperkuat deteksi dini dan pemberantasan sarang nyamuk.

TIMIKA – Sebanyak 131 warga di wilayah kerja Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) Karang Senang, Kabupaten Mimika, terdeteksi positif malaria meski tidak mengalami gejala klinis. Temuan hingga 29 Oktober 2026 tersebut menjadi perhatian tenaga kesehatan sekaligus memperkuat pentingnya pemeriksaan aktif untuk menemukan infeksi yang tidak disadari masyarakat.

Jumlah tersebut merupakan hasil pemeriksaan terhadap 23.523 orang yang telah menjalani skrining malaria. Temuan kasus tanpa gejala menunjukkan bahwa seseorang tetap berpotensi terinfeksi meskipun tidak merasakan gangguan kesehatan yang mengarah pada malaria.

Kepala BLUD Puskesmas Karang Senang, Mariana Sombodatu, menjelaskan, pihaknya menerapkan strategi pemeriksaan langsung ke masyarakat agar deteksi kasus tidak hanya bergantung pada warga yang datang berobat ke fasilitas kesehatan.

Petugas melakukan pemeriksaan secara jemput bola dengan mendatangi rumah warga, pasar, hingga lingkungan sekolah. Kegiatan tersebut menyasar berbagai kelompok usia untuk memperluas jangkauan deteksi dini.

“Tujuan skrining ini agar masyarakat yang terinfeksi malaria bisa segera diketahui dan mendapatkan pengobatan, sehingga risiko penularan dapat ditekan,” ujarnya, sebagaimana diberitakan Fajar Papua, Sabtu (31/10/2026).

Upaya tersebut dinilai penting karena wilayah kerja Puskesmas Karang Senang termasuk kawasan endemis malaria. Kondisi geografis berupa daerah rawa dan banyaknya genangan air menjadi faktor yang mendukung perkembangbiakan nyamuk penular penyakit tersebut.

Selain memperluas pemeriksaan, Puskesmas Karang Senang mengembangkan Gerakan Masyarakat Sadar Pemberantasan Jentik Nyamuk (Gemas Cumanti). Program ini menitikberatkan keterlibatan warga dalam mengidentifikasi dan memberantas tempat perkembangbiakan nyamuk di lingkungan tempat tinggal.

Melalui gerakan tersebut, masyarakat didorong memeriksa genangan air, parit, selokan, tempat penampungan air hujan, serta wadah bekas yang berpotensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk.

Petugas kesehatan juga memberikan edukasi mengenai kebersihan tempat penampungan air, penghilangan genangan, serta penggunaan larvasida sesuai kebutuhan.

Untuk memperluas jangkauan pencegahan, Puskesmas melibatkan ketua rukun tetangga (RT), kepala kampung, kepala kelurahan, dan kader kesehatan. Kegiatan tersebut mencakup Kelurahan Karang Senang, Kelurahan Wala Kencana, Kampung Karya Kencana, dan Kampung Jimby.

Mariana menegaskan, pengendalian malaria membutuhkan keterlibatan masyarakat karena pelayanan kesehatan dan pengobatan tidak akan optimal tanpa dukungan kebersihan lingkungan.

Selain itu, Puskesmas membagikan kelambu kepada warga yang membutuhkan, baik pasien yang datang berobat maupun masyarakat yang dijangkau melalui kegiatan pos pelayanan terpadu (Posyandu). Prioritas diberikan kepada warga yang belum mempunyai kelambu atau masih menggunakan kelambu yang rusak.

Namun, penggunaan kelambu tetap perlu disertai tindakan pencegahan lainnya. Warga diimbau menjaga kebersihan rumah, memangkas rumput di sekitar tempat tinggal, serta mengurangi kebiasaan menggantung pakaian yang berpotensi menjadi tempat persembunyian nyamuk.

“Walaupun masyarakat tidur menggunakan kelambu, perlindungan itu hanya selama mereka berada di dalam kelambu. Ketika beraktivitas di luar, mereka tetap berisiko terkena gigitan nyamuk. Karena itu, lingkungan harus dijaga agar tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk,” jelasnya.

Di sisi pelayanan pengobatan, Mariana memastikan persediaan obat malaria di BLUD Puskesmas Karang Senang masih tersedia dan mencukupi kebutuhan pasien.

Ia berharap masyarakat tidak mengabaikan kemungkinan infeksi malaria meskipun tidak merasakan gejala sakit. Kesediaan menjalani skrining, melakukan pemeriksaan dini, mengikuti pengobatan, dan menjaga lingkungan menjadi bagian penting dalam menekan penyebaran malaria di wilayah Karang Senang.

Dengan temuan 131 kasus tanpa gejala dari lebih dari 23 ribu pemeriksaan, keterlibatan masyarakat dalam deteksi dini dan pencegahan lingkungan diharapkan semakin meningkat agar risiko penularan malaria dapat dikendalikan secara berkelanjutan. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Dari Bayi hingga Lansia, Posyandu ILP Hadir di Desa Bunpenang

PDF 📄Melalui Posyandu ILP di Desa Bunpenang, Puskesmas Dungkek memperluas pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat …

Cegah Penyakit Berbahaya, Imunisasi Kejar Sasar Anak di Balaraja

PDF 📄Puskesmas Balaraja mengintensifkan imunisasi kejar sepanjang Oktober 2026 melalui layanan jemput bola di Posyandu …

Dana Desa Menyusut, Batang Dorong Pembangunan Berbasis Gotong Royong

PDF 📄BATANG – Keterbatasan anggaran desa mendorong Pemerintah Kabupaten Batang (Pemkab Batang), Jawa Tengah, mengarahkan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *