Sidawung Camp Batang Ajak Wisatawan Ikut Menyelamatkan Hutan

Melalui Posyandu ILP di Desa Bunpenang, Puskesmas Dungkek memperluas pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat dari kelompok ibu hamil hingga lansia dengan melibatkan tenaga kesehatan desa.

BATANG DESA NUSANTARA  – Setiap wisatawan yang mengikuti kegiatan hiking di Sidawung Camp, Desa Tombo, Kecamatan Blado, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, diajak menanam sedikitnya satu bibit pohon sebagai kontribusi nyata terhadap pelestarian hutan. Konsep tersebut menjadi upaya pengelola menghubungkan aktivitas pariwisata dengan gerakan konservasi lingkungan.

Melalui pendekatan ekowisata, pengunjung tidak hanya menikmati keindahan alam, berkemah, dan menjelajahi kawasan hutan, tetapi juga dilibatkan langsung dalam penghijauan. Dengan demikian, setiap kunjungan diharapkan memberikan manfaat tidak hanya bagi wisatawan, tetapi juga bagi kelestarian lingkungan Desa Tombo.

Pengelola Sidawung Camp, Heru Demianto, mengatakan potensi alam Desa Tombo perlu dikembangkan sebagai destinasi wisata yang sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan.

“Kami ingin wisatawan tidak hanya datang untuk ngopi atau menginap, tetapi juga mendapatkan edukasi tentang kelestarian alam. Ada wadah untuk berbagi tentang apa yang perlu kita lakukan agar lingkungan di Tombo khususnya dan Batang pada umumnya tetap terjaga,” katanya, sebagaimana diberitakan Metropekalongan, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Heru, keterlibatan wisatawan dalam kegiatan penghijauan merupakan bagian dari upaya menjadikan sektor pariwisata sebagai sarana pelestarian alam. Pengunjung yang memilih paket hiking akan memperoleh sedikitnya satu bibit pohon untuk diadopsi dan ditanam bersama selama perjalanan.

“Setiap pengunjung yang mengambil paket hiking mendapatkan minimal satu bibit pohon untuk diadopsi dan ditanam bersama. Jadi, kegiatan wisata ini juga memiliki kontribusi terhadap kelestarian hutan,” imbuhnya.

Selain memberikan pengalaman petualangan, paket hiking yang ditawarkan Sidawung Camp juga dilengkapi sejumlah fasilitas untuk menunjang kenyamanan pengunjung. Setiap paket mencakup sarapan, makan siang, coffee break, serta asuransi.

Pengelola menyediakan tiga pilihan paket berdasarkan tingkat kesulitan dan aktivitas yang ditawarkan. Paket jalur pemula dibanderol Rp125 ribu per orang, jalur menengah Rp150 ribu per orang, sedangkan paket utama seharga Rp400 ribu per orang sudah mencakup aktivitas canyoning.

“Paket jalur pemula ditawarkan dengan tarif Rp125 ribu per orang, sedangkan jalur menengah dibanderol Rp150 ribu per orang. Adapun paket utama seharga Rp400 ribu per orang mencakup kegiatan canyoning,” terangnya.

Tidak hanya aktivitas penjelajahan hutan, Sidawung Camp juga mengembangkan wisata perkemahan melalui sejumlah paket bertajuk Nyepeng. Tarif paket pada hari kerja atau weekday dimulai dari Rp250 ribu untuk Nyepeng 2, Rp350 ribu untuk Nyepeng 3, Rp400 ribu untuk Nyepeng 4, Rp500 ribu untuk Nyepeng 5, hingga Rp650 ribu untuk Nyepeng 6.

“Untuk pengunjung yang ingin berkemah, Sidawung Camp menyediakan sejumlah paket dengan nama ‘Nyepeng’. Tarif paket pada hari kerja (weekday) dimulai dari Rp250 ribu, dengan fasilitas yang berbeda sesuai pilihan. Tarif paket Nyepeng 2 Rp250 ribu, Nyepeng 3 Rp350 ribu, Nyepeng 4 Rp400 ribu, Nyepeng 5 Rp500 ribu, dan Nyepeng 6 Rp650 ribu,” jelasnya.

Kawasan wisata yang dikelola bersama Sidawung Coffee tersebut telah berkembang sejak usaha kedai kopi itu beroperasi pada 2019. Seiring meningkatnya pengembangan destinasi, pengelola menambah area perkemahan dan aktivitas luar ruang untuk memperluas pilihan wisata bagi pengunjung.

Heru menyebutkan, jumlah wisatawan biasanya meningkat pada akhir pekan, terutama Sabtu malam. Bahkan, area perkemahan kerap terisi penuh pada periode tersebut. Pengunjung yang ingin berwisata dapat melakukan reservasi melalui akun TikTok maupun Instagram Sidawung Camp.

Saat ini, sekitar 80 persen pengunjung Sidawung Camp berasal dari Kabupaten Pekalongan. Kondisi tersebut menjadi peluang bagi pengelola untuk memperluas promosi agar masyarakat Batang semakin mengenal potensi wisata alam di wilayahnya.

Pengelola berharap peningkatan jumlah kunjungan dapat berjalan beriringan dengan bertambahnya jumlah pohon yang ditanam. Dengan melibatkan wisatawan secara langsung dalam kegiatan konservasi, keberhasilan pengembangan destinasi tidak hanya diukur dari ramainya pengunjung, tetapi juga dari kontribusinya terhadap keberlanjutan lingkungan.

“Harapan kami, semakin ramai Sidawung Camp, semakin lebat juga hutan yang ada di Tombo. Setiap pengunjung yang datang ikut berkontribusi melalui kegiatan bakti alam, terutama dengan penanaman pohon saat hiking,” tandasnya.

Melalui konsep tersebut, Sidawung Camp berupaya membangun pola wisata yang menempatkan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pengalaman berlibur. Semakin banyak wisatawan yang terlibat dalam kegiatan penanaman, semakin besar pula peluang kawasan hutan Desa Tombo mendapatkan manfaat dari pengembangan pariwisata berkelanjutan. []

Redaksi 01

About redaksi01

Check Also

Satu Wisatawan Satu Pohon, Cara Sidawung Camp Menjaga Hutan Batang

PDF 📄Sidawung Camp di Desa Tombo, Batang, mengintegrasikan wisata petualangan dengan konservasi hutan melalui program …

Dari Bayi hingga Lansia, Posyandu ILP Hadir di Desa Bunpenang

PDF 📄Melalui Posyandu ILP di Desa Bunpenang, Puskesmas Dungkek memperluas pelayanan kesehatan terpadu bagi masyarakat …

Tak Merasa Sakit, 131 Warga Mimika Ternyata Terinfeksi Malaria

PDF 📄Sebanyak 131 warga terdeteksi positif malaria tanpa gejala klinis dari 23.523 orang yang menjalani …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *