LOMBOK TENGAH DESA NUSANTARA – Kemandirian pangan keluarga menjadi salah satu strategi yang didorong Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah (Loteng) untuk menekan risiko tengkes pada anak. Upaya tersebut diwujudkan melalui Rumah Bibit di Dusun Banteng Keselet, Desa Taman Indah, Kecamatan Pringgarata, yang mendapat dukungan program “Ayo Cegah Stunting” dari Bakti BCA.
Wakil Bupati (Wabup) Loteng Nursiah meninjau langsung operasional fasilitas tersebut pada Jumat (30/10/2026). Kunjungan itu bertujuan memastikan intervensi gizi berbasis ketahanan pangan di tingkat desa berjalan optimal dan memberi manfaat bagi keluarga yang berisiko mengalami masalah pertumbuhan anak.
Rumah Bibit dirancang sebagai sumber penyediaan sayuran dan buah-buahan bagi masyarakat. Melalui penanaman bibit pangan lokal di lingkungan dusun, keluarga diharapkan dapat memenuhi sebagian kebutuhan pangan bergizi secara mandiri, sekaligus memperluas akses anak terhadap asupan nutrisi harian.
Dalam peninjauan tersebut, Nursiah didampingi Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kabid Kesmas) Dinas Kesehatan (Dinkes) Loteng Nasrullah, Camat Pringgarata, Kepala Pusat Kesehatan Masyarakat (Kapus) Pringgarata, Sekretaris Desa (Sekdes) Taman Indah, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Nursiah mengapresiasi keterlibatan sektor swasta melalui Bakti BCA dalam mendukung upaya peningkatan gizi masyarakat. Menurutnya, penanganan tengkes memerlukan kerja sama lintas sektor dan tidak cukup hanya mengandalkan program pemerintah.
“Kehadiran Rumah Bibit di Dusun Banteng Keselet ini adalah langkah konkret untuk membangun kemandirian pangan keluarga. Jika gizi anak-anak kita terpenuhi dari pekarangan rumah sendiri, kita optimistis angka stunting di Lombok Tengah akan terus ditekan,” ujar Nursiah di lokasi peninjauan, sebagaimana diberitakan Info Lombok, Jumat (30/10/2026).
Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai fasilitas penyedia bibit, tetapi berkembang menjadi kegiatan produktif yang melibatkan keluarga dan masyarakat secara berkelanjutan. Pemanfaatan hasil tanaman untuk memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga juga menjadi bagian penting agar manfaat intervensi dapat dirasakan langsung oleh anak-anak.
Pemerintah Kabupaten Loteng berharap model pemberdayaan berbasis ketahanan pangan ini dapat diterapkan di desa-desa lain. Perluasan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, tenaga kesehatan, dan masyarakat diharapkan memperkuat upaya penurunan tengkes secara berkelanjutan. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara