Pengurus Koperasi Werianggi dan Werabur Dibekali Materi Perizinan Usaha

Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia bersama DPMPTSP Wasior membekali pengurus Koperasi Desa Merah Putih Werianggi dan Werabur dengan pemahaman NIB, KBLI, dan OSS RBA untuk memperkuat legalitas serta kesiapan pengembangan usaha.

PAPUA BARAT DESA BARAT  – Penguatan legalitas usaha menjadi salah satu fokus pendampingan Koperasi Desa Merah Putih Werianggi dan Werabur di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Tim Ekspedisi Patriot Universitas Indonesia (UI) Tim 1 bersama Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Wasior menggelar pelatihan perizinan berusaha berbasis risiko untuk membantu pengurus koperasi memahami persyaratan administratif sebelum mengembangkan unit usaha.

Pelatihan tersebut membekali pengurus dengan pemahaman mengenai Nomor Induk Berusaha (NIB), Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI), serta penggunaan sistem Online Single Submission Risk Based Approach (OSS RBA) untuk mengurus perizinan sesuai dengan jenis dan tingkat risiko kegiatan usaha.

Ketua Tim Ekspedisi Patriot UI Tim 1, Agung Nugroho, menjelaskan bahwa penguatan koperasi tidak cukup hanya melalui perencanaan bisnis. Kesiapan kelembagaan dan pemenuhan aspek legalitas juga diperlukan agar kegiatan usaha dapat berjalan sesuai ketentuan.

“Penguatan koperasi tidak hanya berkaitan dengan perencanaan dan pengembangan unit usaha, tetapi juga kesiapan kelembagaan dalam memenuhi persyaratan legalitas. Melalui kegiatan ini, kami berharap pengurus koperasi Werianggi dan koperasi Werabur memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai NIB dan OSS RBA sehingga dapat mempersiapkan usaha secara lebih terarah,” ujar Agung Nugroho.

Dalam kegiatan tersebut, Eko Irwanda Putra, Kepala Bidang Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu, bertindak sebagai pemateri. Ia membahas perizinan berusaha berbasis risiko serta pengawasan perizinan melalui sistem OSS RBA, sebagaimana diberitakan Antara. Naskah sumber menyebutkan keterangan Agung disampaikan pada Kamis, tetapi tidak mencantumkan tanggal publikasi berita.

Eko menjelaskan bahwa jenis perizinan yang dibutuhkan pelaku usaha bergantung pada bidang usaha dan tingkat risikonya. Karena itu, pengurus koperasi perlu memastikan bidang usaha yang dipilih sesuai dengan klasifikasi yang berlaku serta memenuhi persyaratan perizinan terkait.

“Pengurus koperasi perlu memahami bahwa perizinan berusaha harus disesuaikan dengan jenis dan tingkat risiko kegiatan usaha yang dijalankan. NIB menjadi identitas pelaku usaha, sedangkan persyaratan berikutnya bergantung pada ketentuan yang berlaku untuk masing-masing bidang usaha,” ujar Eko Irwanda Putra.

Materi pelatihan juga mencakup tahapan penggunaan OSS RBA, mulai dari registrasi akun, pengisian data pelaku usaha, penentuan bidang usaha, hingga pemenuhan persyaratan perizinan. Pengurus koperasi turut mendapat penjelasan mengenai pengawasan untuk memastikan kegiatan usaha berjalan sesuai standar dan kewajiban yang berlaku.

Selain memahami prosedur penerbitan NIB, pengurus perlu menata dokumen kelembagaan dan usaha, memastikan kesesuaian kegiatan dengan KBLI, serta memperhatikan kewajiban pelaporan yang relevan. Langkah tersebut menjadi bagian penting dalam membangun tata kelola koperasi yang tertib dan profesional.

Tim Ekspedisi Patriot UI Tim 1 dipimpin Agung Nugroho, dengan anggota M. Gufie Trio Nanda, M. Husni, Fakhri Reza, Fotuho Febrianus Zega, dan M. Afif Ardiyawan. Tim tersebut berkolaborasi dengan DPMPTSP Wasior untuk menyesuaikan pendampingan dengan kebutuhan pengurus kedua koperasi.

Melalui kolaborasi ini, pengurus Koperasi Desa Merah Putih Werianggi dan Werabur diharapkan lebih siap memenuhi persyaratan legalitas serta mengembangkan unit usaha secara terarah dan berkelanjutan. Peningkatan kapasitas tersebut diharapkan turut memperkuat peran koperasi sebagai penggerak ekonomi masyarakat di Kabupaten Teluk Wondama. []

Redaksi 1

 

About redaksi01

Check Also

Panen Padi di Tegal Tembus 12 Ton per Hektare Berkat Pertanian Modern

PDF 📄Penerapan metode PM-AAS di lahan 95 hektare Desa Kedungsugih menghasilkan panen rata-rata 10 ton …

Dari Desa Alue Jang, Olahan Lele Disiapkan Masuk Pasar Modern

PDF 📄Melalui Program MASAMO di Desa Alue Jang, Kemenekraf mendampingi 45 pelaku usaha kuliner mengembangkan …

Aksi Bersih Pesisir Timbulsloko Buka Peluang Ekonomi Wisata Baru

PDF 📄Aksi bersih pesisir dan sosialisasi ekosistem mangrove di Desa Timbulsloko menjadi langkah membangun kesadaran …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *