Rembuk Stunting di Desa Bunga Eja menekankan pentingnya keterlibatan keluarga, pelayanan Posyandu, dan koordinasi lintas unsur untuk mencegah gangguan pertumbuhan anak.
SUMBAWA DESA NUSANTARAÂ – Pencegahan stunting di Desa Bunga Eja, Kecamatan Empang, Kabupaten Sumbawa, membutuhkan keterlibatan keluarga dan masyarakat, bukan hanya mengandalkan pelayanan tenaga kesehatan. Penguatan peran orang tua dalam memenuhi kebutuhan gizi anak, menjaga kesehatan ibu hamil, serta memanfaatkan layanan Posyandu menjadi perhatian dalam Rembuk Stunting yang digelar di Aula Kantor Desa Bunga Eja, Jumat (30/10/2026).
Forum tersebut menjadi ruang koordinasi untuk menyatukan langkah pemerintah desa, tenaga kesehatan, aparat kewilayahan, dan masyarakat dalam merumuskan upaya pencegahan stunting yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Bintara Pembina Desa (Babinsa) Desa Bunga Eja, Mahyudin, anggota Komando Rayon Militer (Koramil) 1607-02/Empang, turut menghadiri kegiatan tersebut. Kehadirannya merupakan bentuk dukungan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) terhadap program pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah binaan.
Dalam pembahasan, perhatian terhadap kesehatan ibu dan anak menjadi salah satu aspek penting. Pemenuhan gizi keluarga, penerapan pola hidup bersih dan sehat, serta pemantauan tumbuh kembang anak sejak usia dini perlu dilakukan secara berkelanjutan agar risiko stunting dapat ditekan.
Mahyudin menilai, upaya pencegahan stunting tidak dapat dibebankan hanya kepada tenaga kesehatan maupun pemerintah desa. Keluarga, terutama orang tua, memiliki peran penting dalam memastikan anak memperoleh asupan gizi yang memadai dan mendapatkan pemantauan kesehatan secara rutin melalui Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu).
Keterlibatan aparat kewilayahan dalam kegiatan tersebut juga diharapkan memperkuat komunikasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Dengan demikian, informasi mengenai pentingnya kesehatan ibu dan anak dapat menjangkau keluarga secara lebih luas.
Sebagaimana diberitakan Pendim 1607/Sumbawa, Jumat (30/10/2026), Rembuk Stunting tersebut diharapkan menghasilkan kesepakatan yang dapat ditindaklanjuti melalui langkah konkret di tingkat desa. Sinergi seluruh unsur menjadi modal penting agar upaya pencegahan tidak berhenti pada forum diskusi, tetapi diwujudkan dalam kebiasaan keluarga dan pelayanan kesehatan yang berkesinambungan.
Melalui komitmen bersama, Desa Bunga Eja diharapkan mampu membangun lingkungan yang mendukung pertumbuhan anak secara optimal sekaligus mempersiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas. []
Redaksi 01
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara