Bupati Kutim Tekankan Profesionalisme Pejabat Fungsional

Pelantikan pejabat fungsional di lingkungan Pemkab Kutim menjadi momentum penguatan kompetensi, pengembangan karier berbasis manajemen talenta, dan peningkatan profesionalisme aparatur pemerintah.

ADVERTORIAL – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Timur (Kutim) mendorong peningkatan kompetensi dan penerapan manajemen talenta dalam pengembangan karier Aparatur Sipil Negara (ASN). Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman menegaskan bahwa setiap pegawai harus mampu meningkatkan kemampuan, beradaptasi dengan kebutuhan organisasi, dan menjalankan tugas secara profesional untuk mendukung kualitas pelayanan publik.

Arahan tersebut disampaikan Ardiansyah saat memimpin pelantikan pejabat fungsional yang dirangkai dengan pengangkatan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Senin (26/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 208 orang dilantik melalui pengangkatan pertama dalam jabatan fungsional. Selain itu, delapan orang menjalani perpindahan dari jabatan pelaksana ke jabatan fungsional, sedangkan sembilan orang lainnya mengikuti perpindahan antarjabatan fungsional.

Pelantikan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat peran tenaga fungsional dalam mendukung pelaksanaan tugas pemerintahan. Ardiansyah meminta para pegawai terus mengembangkan kompetensi agar mampu mengikuti perkembangan kebutuhan organisasi dan sistem pengelolaan sumber daya manusia aparatur.

Menurutnya, pengembangan karier tidak cukup hanya mengandalkan status kepegawaian atau jabatan yang telah diperoleh. Setiap ASN dituntut menunjukkan kemampuan kerja, menjaga integritas, serta melaksanakan tanggung jawab sesuai bidang tugas masing-masing.

Ardiansyah juga menekankan pentingnya penerapan manajemen talenta sebagai bagian dari pengembangan karier aparatur. Pendekatan tersebut diarahkan untuk mendorong peningkatan kemampuan pegawai dan mendukung pengelolaan sumber daya manusia yang lebih profesional.

Selain pengembangan kompetensi, kedisiplinan dan etika kerja menjadi perhatian pemerintah daerah. Ardiansyah mengingatkan agar peningkatan kemampuan aparatur berjalan seiring dengan tanggung jawab dalam melayani masyarakat.

“Saya mengingatkan kepada seluruh ASN di lingkungan pemerintah Kutai Timur agar senantiasa menjaga disiplin, netralitas, loyalitas kepada negara dan pemerintahan serta etika di dalam melaksanakan tugas ya,” ujar Ardiansyah Sulaiman.

Ia menilai keberhasilan pengembangan aparatur tidak hanya tercermin dari pencapaian jabatan, tetapi juga dari kesungguhan pegawai dalam melaksanakan tugas dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Karena itu, setiap pejabat fungsional diminta menjaga profesionalisme serta menjadikan jabatan sebagai sarana untuk meningkatkan kualitas pelayanan, bukan sebagai tujuan pribadi.

“Jangan pernah menjadikan jabatan sebagai alat untuk kepentingan pribadi. Jadikan jabatan sebagai sarana untuk memberikan manfaat dan pelayanan kepada masyarakat ya,” tegasnya.

Selain pelantikan pejabat fungsional, kegiatan tersebut juga mencakup penyerahan Surat Keputusan (SK) pengangkatan 214 CPNS menjadi PNS serta pengambilan sumpah atau janji yang diikuti 217 PNS.

Dalam arahannya, Ardiansyah juga menegaskan bahwa pengambilan sumpah dan pelantikan memiliki makna yang lebih luas daripada pemenuhan persyaratan administratif.

“Itu bukan merupakan sekeder kegiatan seremonial atau bukan hanya merupakan formalitas administratif tetapi sumpah atau pelantikan tadi merupakan ikrar ya atau komitmen moral ya ikrar atau komitmen moral yang harus dipegang teguh oleh oleh setiap pegawai negeri sipil di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya sebagai aparatur sipil negara,” kata Ardiansyah.

Ardiansyah turut menyampaikan apresiasi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kutim yang telah memfasilitasi proses administrasi, pembinaan kepegawaian, dan penyelenggaraan kegiatan tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya pengawasan oleh atasan langsung agar pelaksanaan tugas pegawai tetap berjalan sesuai ketentuan dan tanggung jawab masing-masing.

Dengan penguatan kompetensi, manajemen talenta, dan pembinaan aparatur, Pemkab Kutim diharapkan mampu membangun birokrasi yang lebih adaptif, profesional, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat, sekaligus meningkatkan efektivitas pelayanan publik di berbagai bidang pemerintahan. []

Penulis: Hariyadi | Penyunting: Agus Riyanto

About admin04

Check Also

Bupati Kutim Ajak Masyarakat Kenali Akar Sejarah dan Budaya Kutai

PDF 📄Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat memahami sejarah Kutai melalui pelestarian tradisi Erau Adat …

Produk Lokal Kutim Didorong Naik Kelas Lewat Sertifikasi Halal

PDF 📄Sertifikasi halal diharapkan meningkatkan kepercayaan konsumen, membuka peluang pasar yang lebih luas, dan memperkuat …

Batik Wakaroros Warnai Prestasi Duta Budaya Kutim

PDF 📄Batik Wakaroros diperkenalkan dalam ajang Duta Budaya Indonesia 2026 di Surakarta, mengiringi keberhasilan dua …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *