BPBD Trenggalek Sudah Salurkan 2,4 Juta Liter Air ke 45 Desa

Lima desa di Kabupaten Trenggalek yang terdampak kekeringan belum menerima distribusi air bersih hingga 22 September 2026 karena surat permintaan bantuan baru masuk, sementara penyaluran telah menjangkau 45 desa lainnya.

TRENGGALEK – Penanganan kekeringan di tingkat desa di Kabupaten Trenggalek masih menyisakan lima desa yang belum mendapatkan distribusi air bersih hingga 22 September 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Trenggalek menyebut kondisi itu terjadi karena surat permintaan air bersih dari kelima desa tersebut baru diterima.

Data terbaru BPBD mencatat kekeringan telah berdampak pada 50 desa yang tersebar di 12 kecamatan. Kondisi tersebut memengaruhi 11.188 kepala keluarga (KK) atau 26.452 jiwa.

Sementara itu, distribusi air bersih telah menjangkau 45 desa dengan total 2.401.000 liter air yang disalurkan dalam 499 rit. Penyaluran dilakukan BPBD bersama unsur terkait untuk membantu masyarakat di desa-desa terdampak memenuhi kebutuhan air selama kekeringan.

Kepala Pelaksana BPBD Trenggalek Stefanus Triadi Atmono mengatakan penyaluran air bersih terus dilakukan ke wilayah yang terdampak. “Hingga 22 September 2026, sebanyak 2.401.000 liter air bersih telah disalurkan kepada masyarakat,” ujar Triadi Atmono, sebagaimana diberitakan Tribunmataraman, Rabu, (23/09/2026).

Menurut Triadi, distribusi tersebut dilakukan mulai dari pengiriman air bersih menuju wilayah terdampak hingga diterima masyarakat. “Distribusi air bersih dilakukan oleh BPBD Kabupaten Trenggalek bersama unsur terkait kepada masyarakat di wilayah terdampak kekeringan,” terangnya.

Kecamatan Panggul menjadi wilayah dengan cakupan desa terdampak paling banyak, yakni 13 desa. Dari jumlah tersebut, distribusi air bersih di Panggul mencapai 1,29 juta liter atau 267 rit.

Setelah Panggul, distribusi terbesar tercatat di Kecamatan Dongko sebanyak 303 ribu liter atau 62 rit. Selanjutnya, Kecamatan Bendungan menerima 148 ribu liter melalui 37 rit, Tugu 140.000 liter melalui 19 rit, dan Watulimo sebanyak 140 ribu liter.

Triadi menjelaskan data yang digunakan merupakan jumlah desa yang terdampak kekeringan sekaligus menjadi dasar penanganan di lapangan. “Data kekeringan merupakan jumlah desa yang terdampak kekeringan. Distribusi air bersih sudah dilakukan di 45 desa pada 12 kecamatan,” jelasnya.

Adapun lima desa yang belum menerima distribusi menjadi bagian dari pembaruan penanganan BPBD. Kabid Pencegahan, Kesiapsiagaan dan Kedaruratan BPBD Trenggalek Edy Purwanto menegaskan selisih tersebut berkaitan dengan waktu masuknya permintaan bantuan.

“Data 50 desa yang terdampak dengan 45 yang sudah terdistribusikan ada selisih 5 ini karena surat permintaan air bersih baru masuk,” akui Edy Purwanto.

Edy menyebut distribusi air bersih telah mencapai 2,4 juta liter dalam 499 rit dan menjangkau 45 desa di 12 kecamatan. BPBD masih melakukan penanganan di wilayah terdampak sesuai dengan kebutuhan masyarakat, sehingga permintaan dari desa menjadi bagian penting dalam proses distribusi bantuan air bersih. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemberdayaan Perempuan di Desa Didorong Masuk Anggaran 2027

PDF 📄Tiga kementerian mendorong Ruang Bersama Indonesia menjadi bagian dari perencanaan pembangunan daerah 2027, dengan …

50 Warga Desa Tolengas Gotong Royong Panen 10 Ton Bawang Saat Kemarau

PDF 📄Sedikitnya 50 warga Desa Tolengas, Sumedang, terlibat dalam panen lebih dari 10 ton bawang …

Gang Becek Jadi Mulus, Warga Desa Tanjung Rasakan Manfaat Pembangunan

PDF 📄Pengaspalan gang di Dusun Cipunagara, Desa Tanjung, Subang, membuat akses warga lebih nyaman sekaligus …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *