Warga Desa Pogotena, Sumba Barat Daya, meminta pemerintah mengalokasikan anggaran pengaspalan jalan menuju kantor desa yang hingga kini masih berupa tanah dan batu untuk memperlancar mobilitas masyarakat.
SUMBA BARAT DAYA – Kondisi jalan tanah dan berbatu menuju Kantor Desa Pogotena, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), menjadi perhatian warga yang berharap pemerintah daerah segera mengalokasikan anggaran untuk pengaspalan ruas tersebut.
Jalan yang menghubungkan pertigaan Jalan Raya Pasar Obakomi menuju kantor desa itu dinilai menghambat kelancaran transportasi warga, termasuk masyarakat yang tinggal di sekitar ruas jalan dan mereka yang membutuhkan akses menuju kantor desa.
Sebagaimana diberitakan Pos Kupang, Rabu, (23/09/2026), warga meminta pemerintah daerah bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mempertimbangkan penganggaran pengaspalan melalui perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 atau pada tahun anggaran 2027.
Dua warga, Mama Yanti dan Vinsen Ngongo, menyampaikan harapan tersebut saat ditemui ketika melintas di ruas jalan itu pada Selasa (22/9/2026) siang. Menurut mereka, jalan tersebut memiliki fungsi penting karena dapat menghubungkan masyarakat hingga wilayah Pantai Oro dan Mananga Aba.
Keduanya berharap kondisi jalan dapat ditingkatkan sehingga akses masyarakat menuju kantor desa dan kawasan sekitarnya menjadi lebih mudah dan aman.
Selain persoalan jalan, warga menyebut pemerintah sebelumnya telah melakukan perbaikan terhadap jembatan di jalur tersebut sekitar satu hingga dua tahun lalu. Perbaikan itu membuat jembatan lebih aman untuk dilalui masyarakat.
Namun, kondisi badan jalan yang masih berupa tanah dan batu dinilai belum sepenuhnya mendukung kelancaran arus transportasi. Karena itu, pengaspalan ruas jalan dinilai diperlukan sebagai kelanjutan peningkatan akses menuju wilayah tersebut.
Warga berharap pemerintah dapat memberikan perhatian terhadap kebutuhan infrastruktur tersebut melalui penganggaran yang memungkinkan, baik dalam perubahan APBD 2026 maupun anggaran 2027. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara