10 Desa di Luwu Jadi Destana, 6 Dapat Pendampingan

Sepuluh desa di Kabupaten Luwu dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana, dengan enam desa mendapat pendampingan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi risiko bencana.

LUWU – Sebanyak 10 desa di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, dikukuhkan sebagai Desa Tangguh Bencana (Destana) untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat menghadapi potensi bencana. Enam desa di antaranya mendapat pendampingan melalui kolaborasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, PT Masmindo Dwi Area (MDA), dan PUSPENA Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP).

Pengukuhan dilakukan Bupati Luwu Patahudding di Desa Kadundung, Kecamatan Latimojong, Minggu (20/9/2026). Enam desa yang mendapat pendampingan meliputi Desa Ulusalu, Tolajuk, Boneposi, Rante Balla, dan Kadundung di Kecamatan Latimojong, serta Desa Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat.

Sementara itu, empat desa lainnya yang dikukuhkan sebagai Destana ialah Desa Karangkarangan, Lengkong, dan Padang Kalua di Kecamatan Bua serta Desa Bosso Timur di Kecamatan Walenrang Utara.

Sebagaimana diberitakan Tribun Timur, Rabu, (23/09/2026), program pendampingan tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat kemampuan masyarakat dalam mengenali dan menghadapi risiko bencana. Program itu juga merupakan implementasi pilar Jaga Keselamatan Desa dalam Program Jaga Desa MDA yang lahir dari aspirasi masyarakat melalui FORDES MATAPPA.

BPBD Kabupaten Luwu menjadi sektor utama dalam program tersebut, sedangkan MDA dan PUSPENA UNCP memberikan dukungan melalui pendampingan serta penguatan kapasitas masyarakat desa.

Kolaborasi tersebut turut dilengkapi WebGIS Destana, yakni sistem informasi geospasial berbasis web yang menyediakan informasi mengenai kejadian, potensi, dan titik rawan bencana. Informasi itu dapat digunakan masyarakat dan pemerintah desa sebagai bahan untuk melakukan mitigasi serta meningkatkan kesiapsiagaan sesuai kondisi wilayah.

Rangkaian pengukuhan juga diisi simulasi penanggulangan bencana yang melibatkan BPBD Kabupaten Luwu, anggota Destana, Palang Merah Indonesia (PMI), dan Emergency Response Team (ERT) MDA.

Bupati Luwu Patahudding mengapresiasi kerja sama antara pemerintah daerah, perusahaan, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam membangun kesiapsiagaan menghadapi bencana.

“Alhamdulillah, dengan hadirnya MDA dan Universitas Cokroaminoto untuk bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Luwu, kita menghasilkan beberapa program yang bisa memitigasi bencana yang telah terjadi maupun yang akan terjadi,” ujar Patahudding.

Menurutnya, pengalaman menghadapi bencana pada 2024 menjadi pembelajaran penting, terutama bagi masyarakat di Kecamatan Latimojong. Ia berharap pembentukan Destana dapat diperluas ke wilayah lain di Luwu, tidak hanya desa yang berada di sekitar lingkar tambang.

Direktur Human Capital and Corporate Service MDA Muhammad Suhada mengatakan pendampingan Destana merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu melalui BPBD.

Ia menilai kesiapsiagaan masyarakat perlu dibangun sebelum bencana terjadi. Karena itu, penguatan kapasitas tidak hanya diarahkan pada respons ketika keadaan darurat, tetapi juga kemampuan warga dalam mengenali serta mengelola risiko di wilayah masing-masing.

“Ketangguhan menghadapi bencana harus dibangun sebelum bencana terjadi. Karena itu, yang kami dorong bukan hanya kesiapan menghadapi kondisi darurat, tetapi juga pengetahuan dan kemampuan masyarakat dalam mengenali serta mengelola risiko di wilayahnya,” kata Suhada.

Ketua PUSPENA UNCP Ichwan Muis mengatakan pendampingan diarahkan agar masyarakat mampu memahami potensi risiko bencana dan membangun kesiapsiagaan secara mandiri. Masyarakat didorong mengenali potensi bencana, memahami langkah mitigasi, serta meningkatkan kemampuan merespons keadaan darurat.

WebGIS Destana juga menjadi salah satu sarana informasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat dan pemerintah desa untuk mendukung kesiapsiagaan berdasarkan karakteristik wilayah. Kolaborasi antara Pemkab Luwu, BPBD, MDA, PUSPENA UNCP, dan masyarakat diharapkan dapat memperkuat ketangguhan desa dalam menghadapi risiko bencana secara berkelanjutan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Warga Desak Pengaspalan Jalan Menuju Kantor Desa Pogotena

PDF đź“„Warga Desa Pogotena, Sumba Barat Daya, meminta pemerintah mengalokasikan anggaran pengaspalan jalan menuju kantor …

Desa Gamlamo Jadi Lokasi Magang 6 Mahasiswa Hukum Unkhair

PDF đź“„Enam mahasiswa hukum Universitas Khairun menjalani magang selama tiga bulan di Desa Gamlamo dengan …

Desa Limbongan Raih Nilai 94,5, Enam Catatan KPK Jadi Pekerjaan Rumah

PDF đź“„Predikat istimewa Desa Limbongan menjadi pijakan untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, pengawasan, literasi digital, …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *