Program Irigasi Berbasis Masyarakat Dorong Produksi Padi Deli Serdang

Perbaikan jaringan irigasi tersier melalui program berbasis masyarakat di Deli Serdang ditujukan untuk memastikan aliran air mencapai lahan petani sekaligus mendukung peningkatan produksi padi.

SUMATERA UTARA – Program irigasi berbasis masyarakat di Kabupaten Deli Serdang mulai menunjukkan dampak bagi petani setelah saluran tersier diperbaiki melalui skema swakelola. Pemerintah memastikan jaringan tersebut berfungsi hingga ke lahan pertanian agar ketersediaan air mendukung peningkatan produksi padi.

Kepala Staf Kepresidenan Dudung Abdurachman meninjau langsung saluran irigasi di area persawahan Deli Serdang, Senin (21/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk memastikan manfaat program benar-benar dirasakan petani, terutama dari sisi kelancaran aliran air ke lahan.

Dalam kunjungan tersebut, Dudung bertemu anggota Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A) dan melihat kondisi jaringan tersier yang berada paling dekat dengan lahan pertanian, sebagaimana diberitakan Antara, Selasa, (22/09/2026).

“Saya melihat secara langsung bagaimana program P3-TGAI, petani pengguna air. Program ini untuk memastikan bahwa proyek irigasi ini bermanfaat sampai ke petak-petak sawah dan ladang milik petani, dan memastikan air mengalir ke lahan-lahan. Tadi saya cek, dan ini merupakan suatu kewajiban mutlak dari pemerintah pusat sampai ke bawah,” ujarnya.

Dudung mengatakan, hasil dialog dengan masyarakat menunjukkan adanya perubahan setelah saluran irigasi diperbaiki. Menurut keterangan yang diterimanya, aliran air menjadi lebih lancar dan kondisi tersebut turut berkaitan dengan peningkatan produksi padi.

“Tadi saya tanya juga kepada masyarakat, dengan adanya program ini air mengalir, kemudian peningkatan produksi padi pun semakin meningkat,” katanya.

Saluran yang ditinjau merupakan jaringan tersier, sedangkan jaringan primer dan sekunder dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). Berbeda dengan dua jaringan tersebut, pengerjaan jaringan tersier dilakukan masyarakat secara swakelola melalui dukungan anggaran program.

“Selama ini para petani membuat jaringan tersier dibantu oleh Babinsa, mungkin Bhabinkamtibmas. Sekarang mereka sendiri langsung dikasih anggarannya untuk membuat tersier ini,” katanya menjelaskan.

Pengerjaan berbasis masyarakat itu menjadi bagian dari Program Percepatan Peningkatan Guna Air Irigasi (P3-TGAI), yang dilaksanakan melalui skema Infrastruktur Berbasis Masyarakat (IBM). Program tersebut diarahkan untuk memperluas manfaat pembangunan infrastruktur hingga langsung dirasakan masyarakat.

“Pemerintah tidak hanya membangun infrastruktur besar seperti jalan tol, pelabuhan, dan bandara, tetapi juga menyiapkan infrastruktur yang berbasis kepada masyarakat, yang dikerjakan secara swakelola oleh masyarakat. Anggarannya langsung kepada masyarakat, dengan anggaran dari APBN,” ucap dia.

Secara nasional, P3-TGAI mendukung pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 2 Tahun 2025 tentang Percepatan Pembangunan. Program tersebut mencakup 37 provinsi dengan anggaran Rp14,63 triliun.

Di Sumatera Utara, program itu menjangkau 21 kabupaten/kota dengan anggaran Rp527,50 miliar. Khusus Deli Serdang, pelaksanaannya tersebar di 57 titik lokasi dengan target penyerapan 38.475 tenaga kerja.

Sementara di Kabupaten Serdang Bedagai, program tersebut mencakup 86 titik lokasi dengan target penyerapan 58.050 tenaga kerja.

Dudung menyebut penguatan jaringan irigasi menjadi bagian dari upaya mendukung ketahanan pangan. Menurutnya, kualitas jaringan yang terjaga hingga tingkat desa, kecamatan, kabupaten, dan provinsi diharapkan dapat membuat pemanfaatan infrastruktur pertanian semakin optimal.

“Saya yakin kualitas irigasi yang diawasi oleh desa, kecamatan, kabupaten, sampai tingkat provinsi ini akan semakin maksimal dan mampu berjalan,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), serta Kementerian Pekerjaan Umum, terutama Balai Besar Wilayah Sungai, atas dukungan terhadap pelaksanaan program.

“Saya mengecek langsung untuk memastikan bahwa program pemerintah ini berjalan lancar. Mudah-mudahan pengembangan ini akan semakin meningkat, tentunya anggaran APBN sekarang betul-betul menyentuh masyarakat,” ujarnya.

Perbaikan jaringan irigasi tersier diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi berlanjut pada pemanfaatan dan pengawasan oleh masyarakat. Dengan aliran air yang lebih terjamin, lahan pertanian diharapkan dapat memperoleh dukungan yang lebih baik untuk menjaga produktivitas dan ketahanan pangan. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Api Lahap Warung Tembakau di Wonosari, Barang Dagangan Ikut Ludes

PDF 📄Kebakaran menghanguskan warung tembakau di Desa Sumber Kalong, Bondowoso, tanpa korban jiwa, sementara kerugian …

Krisis Air Bersih di Barsel, Tangki dan Sumur Bor Disiapkan

PDF 📄Pemkab Barsel menyiapkan pendataan terpadu, distribusi air bersih, pembangunan sumur bor, serta tambahan anggaran …

Beda Kebutuhan, Beda Penggunaan Dana Rp3,2 Juta per RT di Jombok

PDF 📄Dana Rp3,2 juta per RT melalui program Desa Mantra di Desa Jombok dimanfaatkan sesuai …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *