Dua proyek APBN senilai sekitar Rp5,1 miliar di Desa Putik, Anambas, mulai dikerjakan dengan melibatkan warga sekaligus menyiapkan fasilitas pendidikan dan pendukung aktivitas nelayan.
ANAMBAS – Pengerjaan dua proyek yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) senilai total sekitar Rp5,1 miliar mulai memberikan ruang aktivitas ekonomi bagi warga Desa Putik, Kecamatan Palmatak, Kabupaten Kepulauan Anambas. Selain membangun fasilitas pendidikan, proyek tersebut juga menyiapkan sarana pendukung bagi masyarakat nelayan.
Kedua proyek itu terdiri atas pembangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Mutiara dengan nilai kontrak Rp1.238.679.000 dan pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) senilai Rp3.906.512.351. Pengerjaan keduanya mulai dilakukan pada Senin (21/9/2026).
Kepala Desa (Kades) Putik Azman mengatakan keberadaan dua proyek tersebut turut membuka kesempatan kerja bagi masyarakat setempat. Warga tidak hanya dilibatkan sebagai tenaga pembantu, tetapi juga mengisi sejumlah posisi sesuai kemampuan masing-masing.
“Alhamdulillah dengan adanya proyek ini aktivitas ekonomi masyarakat kita terbantu. Dua kegiatan ini sampai siap bisa ratusan merekrut para pekerja,” pungkas Azman, sebagaimana diberitakan Tribun Batam, Senin (21/9/2026).
Dari sisi fasilitas nelayan, KNMP dirancang tidak hanya sebagai bangunan untuk aktivitas masyarakat pesisir. Kawasan tersebut dilengkapi sarana yang mendukung pengelolaan hasil tangkapan sebelum dipasarkan.
Salah satu fasilitas yang dibangun berupa penyangka, serta cold storage atau ruang penyimpanan berpendingin. Fasilitas itu diharapkan membantu menjaga kualitas ikan ketika hasil tangkapan belum langsung dijual atau masih menunggu proses distribusi.
Dengan adanya sarana tersebut, pengelolaan hasil laut di tingkat desa diharapkan menjadi lebih tertata. Nelayan memiliki fasilitas pendukung untuk menangani hasil tangkapan sehingga proses penyimpanan dan distribusi dapat dilakukan dengan lebih baik.
Sementara itu, pembangunan PAUD Mutiara berada di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Pekerjaan fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan selesai dalam 150 hari sesuai kontrak.
“Untuk PAUD Mutiara nilainya Rp1.238.679.000 dan durasi pengerjaannya sesuai kontrak selama 150 hari,” ujarnya.
Adapun pengerjaan KNMP ditargetkan rampung dalam 90 hari. Pelaksanaan kedua proyek tersebut sebelumnya diawali dengan doa selamat yang dilakukan pemerintah desa bersama pihak terkait.
“Doa selamat ini sebagai bentuk ikhtiar dan rasa syukur. Kami juga mengikuti adat yang selama ini dijalankan masyarakat sebelum memulai pekerjaan besar,” kata Azman.
Ia kembali menegaskan kegiatan tersebut merupakan bagian dari ikhtiar agar pembangunan berjalan lancar dan hasilnya dapat dirasakan masyarakat.
“Memang sebelum dimulai kami lakukan doa selamat. Ini bagian dari adat dan ikhtiar kita supaya pekerjaan berjalan lancar, aman, serta memberikan manfaat untuk masyarakat,” kata Azman.
Jika penyelesaian sesuai target, dua proyek tersebut tidak hanya menambah fasilitas publik di Putik, tetapi juga diharapkan memberikan manfaat berkelanjutan bagi aktivitas pendidikan dan ekonomi masyarakat pesisir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara