Perbaikan darurat tanggul Sungai Citarum yang longsor di Desa Purwadana, Karawang, ditargetkan selesai akhir Oktober agar akses jalan warga kembali digunakan pada awal November.
KARAWANG – Pemulihan akses jalan warga Desa Purwadana, Kabupaten Karawang, menjadi sasaran utama penanganan darurat tanggul Sungai Citarum yang longsor. Perbaikan tanggul ditargetkan rampung pada akhir Oktober 2026 sehingga jalan yang terputus akibat longsor diharapkan kembali digunakan masyarakat pada awal November.
Penanganan tersebut dilakukan setelah longsornya tanggul menyebabkan akses jalan di sekitar lokasi tidak dapat dilalui secara normal. Wakil Ketua Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Syaiful Huda bersama Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Citarum meninjau kondisi tanggul di Desa Purwadana, Kecamatan Telukjambe Timur, Kabupaten Karawang, Minggu (20/9/2026).
Syaiful mengatakan penanganan darurat menjadi langkah awal untuk mengembalikan akses masyarakat. Namun, kebutuhan perbaikan di sepanjang tanggul Citarum masih lebih luas karena terdapat titik lain yang juga membutuhkan penanganan.
“Ini kita tangani secara darurat walaupun sebenarnya kebutuhannya banyak. Tadi juga Pak Kades menyampaikan, termasuk ada satu titik lagi yang insyaallah akan kita tangani tahun depan,” kata Huda.
Menurut Huda, penanganan terhadap titik lain akan disesuaikan dengan kondisi serta kriteria yang telah ditetapkan. Usulan perbaikan nantinya akan dibahas berdasarkan kebutuhan dan skema penanganan yang tersedia.
“Prinsipnya kalau kriterianya terpenuhi akan kita tindak lanjut dengan skema yang nanti akan kita diskusikan,” ujarnya.
Sebagaimana diberitakan InewsKarawang, Senin (21/09/2026), Huda berharap pekerjaan tanggul yang saat ini ditangani dapat selesai sesuai jadwal sehingga masyarakat tidak terlalu lama kehilangan akses jalan.
“Semoga ini bisa segera tuntas, direncanakan selesai akhir Oktober nanti, jadi jalan putus ini nanti akan bisa dipakai awal November,” katanya.
Selain memulihkan akses, Huda mendorong penanganan bantaran Sungai Citarum dilakukan secara berkelanjutan. Upaya tersebut dinilai diperlukan untuk mengurangi risiko banjir yang dapat kembali mengganggu aktivitas masyarakat di wilayah Karawang.
“Kita berharap perbaikan yang sifatnya berkelanjutan, terutama penanganan semua bantaran Sungai Citarum, bisa terus kita perbaiki ke depan. Semangatnya karena kita tidak ingin banjir,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BBWS Citarum Abdul Ghoni Majdi mengatakan pihaknya turun langsung untuk menindaklanjuti aspirasi masyarakat mengenai kondisi tanggul yang longsor di Purwadana.
“Kami hadir di sini tentu untuk menangkap aspirasi dari masyarakat, dari Pak Kades Purwadana. Tentu ini juga berkat dukungan dari Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Pak Syaiful Huda,” kata Abdul Ghoni.
Ia berharap penanganan tanggul dapat segera diselesaikan sehingga akses yang sempat terputus dapat kembali dimanfaatkan masyarakat.
“Harapannya tentu penanganan tanggul Citarum ini bisa cepat selesai sehingga masyarakat bisa kembali menggunakan jalan ini yang sempat terputus karena longsor,” pungkasnya.
Dengan target pekerjaan selesai pada akhir Oktober, pemulihan jalan pada awal November menjadi tahapan penting bagi warga yang terdampak terputusnya akses. Penanganan lanjutan pada titik lain juga diharapkan dapat dilakukan secara bertahap berdasarkan kondisi dan kriteria yang ditetapkan. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara