Hampir 250 Siswa Malang Belajar Kelola Stres

MALANG – Edukasi kesehatan jiwa bagi generasi alfa diperluas dari lingkungan sekolah pedesaan ke perkotaan melalui program Kanca Cilik yang diterapkan di SMPN 8 Kota Malang. Kegiatan tersebut membekali hampir 250 siswa dengan literasi kesehatan jiwa, pemahaman mengenai persoalan psikososial, serta keterampilan mengelola stres secara adaptif.

Program itu merupakan bagian dari School Mental Health in Rural (SMAIL) yang berkolaborasi dengan tim keperawatan Jiwa, Komunitas, Keluarga, dan Gerontik (JAMU GENDONG) Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Widyagama Husada Malang. Kanca Cilik dikembangkan sebagai intervensi layanan kesehatan jiwa yang mengedepankan pemberdayaan teman sebaya untuk membantu mencegah persoalan psikososial pada generasi alfa.

Pelaksanaan di SMPN 8 Kota Malang menjadi bentuk replikasi program yang sebelumnya diterapkan di sekolah wilayah pedesaan. Pendekatan tersebut menunjukkan bahwa literasi kesehatan jiwa tidak hanya dibutuhkan anak-anak di desa, tetapi juga relevan bagi siswa yang tumbuh di lingkungan perkotaan dengan tantangan perkembangan yang berbeda.

Materi yang diberikan mencakup pengenalan isu kesehatan jiwa generasi alfa, tekanan sosial dalam pertemanan, dampak penggunaan media digital, Fear of Missing Out (FOMO), serta risiko cyberbullying. Para siswa juga diperkenalkan pada cara mengenali kondisi emosional dan mencari bantuan ketika menghadapi persoalan kesehatan jiwa.

Tim pelaksana yang terdiri atas Guntur, Ari, Ulfa, dan Mizam memberikan materi yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Guntur menekankan pentingnya membangun kemampuan psikologis anak sejak usia sekolah.

“Generasi alfa tumbuh di era yang sangat cepat berubah. Meraka tidak hanya membutuhkan kemampuan akademik, tetapi juga kemampuan mengenali emosi, menghadapi tekanan, dan memcari bantuan ketika mengalami masalah kesehatan jiwa, “Ujar Ns. Guntur saat menyampaikan materi mengenai isu kesehatan jiwa generasi alfa.

Selain literasi, siswa mendapatkan pembekalan mengenai praktik pengelolaan stres melalui teknik napas dalam dan mindfulness. Materi mengenai perilaku mencari bantuan kesehatan jiwa dan manajemen stres disampaikan Ari agar siswa memiliki pemahaman lebih baik mengenai langkah yang dapat dilakukan ketika menghadapi tekanan.

Sebanyak 10 siswa diberi kesempatan mempraktikkan secara langsung teknik napas dalam dan mindfulness, sementara peserta lainnya mengikuti arahan fasilitator dengan pendampingan Ulfa dan Mizam. Sekitar 90 persen peserta dilaporkan mampu melakukan praktik manajemen stres tersebut tanpa bantuan.

Hasil tersebut menjadi bagian dari evaluasi pendekatan interaktif yang digunakan dalam Kanca Cilik. Melalui latihan sederhana, siswa diarahkan untuk mengenali kondisi emosional, mengatur respons terhadap tekanan, serta membangun kebiasaan yang mendukung kesehatan jiwa.

Kepala Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 8 Kota Malang Sri Nuryani turut menyambut implementasi modul psikoedukasi kesehatan jiwa generasi alfa. Menurutnya, pembekalan tersebut memiliki manfaat bagi peserta didik dalam menghadapi tantangan kehidupan anak-anak saat ini.

“Kesehatan jiwa menjadi hal yang semakin penting bagi anak-anak sekarang. Harapannya, program seperti ini dapat terus berlanjut sehingga siswa memiliki bekal dalam menjaga kesehatan jiwa sejak dini:, ungkap Sri Nuryani.

Program Kanca Cilik yang dikembangkan dari lingkungan desa menuju sekolah perkotaan menunjukkan bahwa pendekatan edukasi kesehatan jiwa dapat direplikasi sesuai kebutuhan peserta didik. Penggunaan metode yang dekat dengan keseharian anak diharapkan membuat materi lebih mudah diterima dan dipraktikkan.

Melalui SMAIL dan tim JAMU GENDONG STIKES Widyagama Husada Malang, program tersebut diharapkan dapat menjangkau lebih banyak sekolah. Penguatan literasi kesehatan jiwa sejak usia sekolah dinilai penting agar generasi alfa tidak hanya berkembang secara akademik, tetapi juga mampu mengelola emosi, menghadapi tekanan, dan berani mencari bantuan ketika menghadapi masalah. Sebagaimana diberitakan Good News From Indonesia, Senin, (14/09/2026). []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

58 Kopdes di Banyumas Masuk Kawasan Lahan Hijau

PDF 📄BANYUMAS – Persoalan penggunaan lahan hijau membayangi pembangunan 58 gerai Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdes) Merah …

Kamboja Ungkap Temuan Zat Kimia, Thailand Sebelumnya Membantah

PDF 📄PHNOM PENH – Pengaduan Kamboja kepada Organisasi Pelarangan Senjata Kimia (OPCW) membuka kembali sorotan …

DPR Dorong Inpres Jalan Desa untuk Atasi Keterbatasan Anggaran

PDF 📄TEMANGGUNG – Keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah dan desa dinilai menjadi hambatan dalam memenuhi …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *