35 Desa Malinau Sudah Terlayani Pipa, 74 Desa Masih Andalkan Mata Air

MALINAU – Keterbatasan jangkauan jaringan perpipaan membuat sebagian besar desa di Kabupaten Malinau masih mengandalkan sumber air alami untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dari 109 desa yang ada, baru 35 desa yang mendapat layanan jaringan perpipaan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Apa Mening.

Sementara itu, 74 desa lainnya memenuhi kebutuhan air bersih melalui sistem pengelolaan mandiri dengan memanfaatkan mata air yang tersedia di lingkungan masing-masing. Kondisi geografis berupa perbukitan, lembah curam, serta jarak antarpemukiman yang berjauhan menjadi tantangan dalam memperluas jaringan perpipaan.

Perumda Apa Mening merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malinau yang bergerak dalam penyediaan layanan air bersih. Perusahaan tersebut berdiri sejak Februari 2002 dan berpusat di Malinau Kota.

Untuk melayani 35 desa, Perumda Apa Mening mengoperasikan enam sistem Instalasi Pengolahan Air (IPA) yang tersebar di sejumlah wilayah strategis. Jaringan tersebut tidak hanya mencakup kawasan sekitar Malinau Kota, Malinau Barat, Malinau Utara, dan Mentarang, tetapi juga menjangkau Malinau Selatan hingga kawasan pedalaman dan perbatasan dataran tinggi Kayan Selatan.

Direktur Perumda Apa Mening Malinau, Indra Gunawan, mengatakan perluasan jaringan perpipaan menuju desa-desa pelosok membutuhkan investasi besar karena harus melewati kawasan hutan dan perbukitan.

“Sampai saat ini dari 109 desa, baru 35 yang kami layani.

Luas Malinau ini luar biasa dan tantangannya sangat menantang.

Beruntungnya, dari desa-desa yang belum terjangkau pipa, hampir semuanya memiliki banyak mata air alami.

Airnya bahkan bisa langsung dialirkan sampai ke rumah warga,” jelas Indra sebagaimana diberitakan Tribun Kaltara, Minggu, (13/09/2026).

Kondisi tersebut membuat pengembangan jaringan Perumda Apa Mening tidak semata-mata diarahkan untuk mengejar jumlah desa yang tersambung pipa. Ketersediaan mata air alami di sejumlah wilayah pedalaman menjadi salah satu faktor yang membuat masyarakat mampu memenuhi kebutuhan air secara mandiri.

Sumber air dari kawasan perbukitan bahkan dapat dialirkan ke permukiman dengan memanfaatkan gaya gravitasi. Warga membendung mata air di kawasan yang lebih tinggi, kemudian menyalurkannya melalui pipa paralon atau selang menuju bak penampungan di rumah.

Markus (46), warga Kayan Selatan, menyebut air pegunungan yang dikelola secara swadaya memiliki kejernihan alami dan relatif stabil sepanjang tahun.

Sistem mandiri tersebut juga menopang kebutuhan sanitasi serta aktivitas harian masyarakat di wilayah pedalaman. Dengan kondisi sumber air yang tersedia di sekitar permukiman, pembangunan jaringan perpipaan dari sistem pengolahan air tidak selalu menjadi kebutuhan paling mendesak bagi seluruh desa.

Perumda Apa Mening kini memusatkan pengembangan infrastruktur pada kawasan permukiman yang lebih padat. Wilayah perkotaan dinilai menghadapi kebutuhan yang berbeda karena pertumbuhan perumahan berlangsung cepat, sementara ketersediaan sumber air baku mandiri semakin terbatas.

Kondisi itu membuat perluasan layanan perpipaan di kawasan padat penduduk menjadi bagian penting dalam menjaga keberlanjutan pasokan air bersih seiring pertumbuhan permukiman di Malinau. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Bioetanol Lampung Ditargetkan Masuk Skala Komersial 2027

PDF đź“„PESAWARAN – Potensi pertanian Lampung mulai diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan pangan, tetapi …

Buku untuk Desa Pelosok, Begini Syarat Pengajuannya

PDF đź“„PALU – Pemerintah desa di Sulawesi Tengah (Sulteng) yang membutuhkan bahan bacaan untuk mengembangkan …

Jangan Ada Anak Tak Sekolah, Desa Diminta Bergerak

PDF đź“„SUMEDANG – Pemerintah desa didorong tidak sekadar menjalankan administrasi pemerintahan, tetapi aktif menggunakan data …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *