KENDAL – Persoalan banjir menjadi salah satu aspirasi utama warga Desa Dawungsari, Kecamatan Pegandon, Kabupaten Kendal, yang ditampung dalam kegiatan Bersatu Siaga (Bersih Desa Tampung Aspirasi Warga), Jumat (11/9/2026). Pemerintah Kabupaten Kendal menyatakan akan mengecek langsung kondisi saluran dan kawasan yang dinilai memicu luapan air sebelum menentukan langkah penanganannya.
Aspirasi tersebut disampaikan Camat Pegandon Junaedi dalam sesi penyampaian keluhan masyarakat. Warga mengusulkan pengerukan tanah di bawah jalan tol karena kondisi tersebut dinilai berkontribusi terhadap meluapnya air sungai ketika musim hujan. Genangan juga berdampak terhadap lahan pertanian sehingga tidak dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menanggapi persoalan itu, Bupati Kendal Dyah Kartika Permanasari meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) melakukan pengecekan lapangan untuk mengetahui tingkat urgensi penanganan.
“Terkait masalah banjir, kami akan memerintahkan Dinas PUPR melakukan pengecekan di lokasi untuk melihat tingkat urgensi. Bila diperlukan, nantinya dari dinas akan mengerahkan alat berat untuk melakukan pengerukan. Selain itu, akan diagendakan terkait pemeliharaan di saluran avour Kancar,” jelasnya.
Sebagaimana diberitakan Beritasatu, Jumat, (11/09/2026), tindak lanjut terhadap persoalan tersebut menjadi bagian dari kegiatan Bersatu Siaga bertema “UMKM Berdaya, Desa Berdikari”. Kegiatan itu digelar sebagai sarana pemerintah daerah menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung berbagai persoalan dan potensi yang ada di desa.
Selain masalah banjir, warga juga mengusulkan pemasangan penerangan di sepanjang jalan utama Desa Puguh hingga Dawungsari. Menurut Dyah, berdasarkan informasi dari Dinas Perhubungan, penerangan pada ruas tersebut belum masuk anggaran tahun 2026. Meski demikian, usulan masyarakat telah diterima untuk diajukan pada tahun berikutnya.
“Untuk saat ini, penerangan jalan terlebih dahulu akan dilakukan di sepanjang jalan Caruban–Jenarsari,” tambahnya.
Di sisi lain, Pemkab Kendal mendorong masyarakat memperkuat potensi ekonomi desa melalui berbagai kelembagaan. Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa), Koperasi Desa Merah Putih, serta kelompok tani diharapkan dapat menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat.
Dyah juga menilai penguatan ekonomi perlu berjalan beriringan dengan kepedulian terhadap lingkungan. Menurutnya, persoalan sampah di Kendal membutuhkan keterlibatan masyarakat mulai dari tingkat rumah tangga hingga kegiatan bersama di lingkungan.
“Sekarang ini, Kendal sedang berjuang menghadapi tantangan besar yaitu sampah. Tapi saya yakin, warga Dawungsari bisa jadi contoh bagaimana masalah ini bisa diselesaikan bersama. Mulai dari rumah masing-masing, dari kebiasaan sederhana—memilah sampah, mengurangi plastik, sampai ikut kerja bakti bersama,” tutur Dyah.
Ia turut mengapresiasi semangat kebersamaan warga Dawungsari dalam mendukung kegiatan tersebut.
“Kehadiran Bapak-Ibu sekalian membuktikan bahwa Desa Dawungsari memiliki energi kebersamaan dan gotong royong yang luar biasa,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Bersatu Siaga, Pemkab Kendal tidak hanya mendorong kemandirian ekonomi masyarakat, tetapi juga membuka ruang bagi warga untuk menyampaikan persoalan yang membutuhkan penanganan pemerintah. Aspirasi mengenai banjir dan penerangan jalan selanjutnya menjadi bagian dari agenda tindak lanjut pemerintah daerah untuk menjawab kebutuhan masyarakat desa. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara