Jalan Desa Sungai Lisai Dikebut, 7,4 Kilometer Masih Terputus

LEBONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebong memprioritaskan pembukaan akses jalan menuju Desa Sungai Lisai, Kecamatan Pinang Belapis, yang berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), dengan total kebutuhan pembangunan mencapai 10,4 kilometer.

Dari total kebutuhan tersebut, sekitar 7,4 kilometer jalan masih belum terbangun. Kondisi geografis dan keterbatasan akses membuat masyarakat Desa Sungai Lisai selama ini masih mengandalkan jalan setapak serta penyeberangan sungai untuk melakukan mobilitas.

Bupati Lebong Azhari mengatakan pembangunan infrastruktur di desa terluar yang berjarak sekitar 42,5 kilometer dari pusat pemerintahan kabupaten tersebut menjadi salah satu prioritas Pemkab Lebong.

“Pembangunan di Desa Sungai Lisai ini menjadi prioritas Pemkab Lebong. Kami sangat membutuhkan pembangunan jalan menuju kawasan tersebut. Total panjang jalan yang perlu dibangun mencapai 10,4 kilometer, dan yang belum terbangun masih ada sekitar 7,4 kilometer,” kata Azhari, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (11/09/2026).

Menurut Azhari, Pemkab Lebong telah mengalokasikan anggaran secara bertahap untuk mengurangi keterisolasian Sungai Lisai. Pembangunan dilakukan melalui sejumlah skema, termasuk program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) bersama Komando Distrik Militer (Kodim) 0409/Rejang Lebong serta pengerjaan oleh Dinas Pekerjaan Umum (PU) Lebong.

Namun, percepatan pembangunan menghadapi kendala berupa keterbatasan anggaran dan tingginya biaya pengangkutan material menuju lokasi. Tantangan tersebut semakin besar karena desa berada di kawasan yang relatif sulit dijangkau.

“Pada 2026 ini kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp1,5 miliar, tetapi hanya bisa membuka jalan sepanjang 600 meter. Secara akumulatif, pemkab sudah menganggarkan sekitar Rp3 miliar untuk pembangunan jalan Desa Sungai Lisai,” katanya menjelaskan.

Keterbatasan akses tidak hanya berdampak terhadap mobilitas warga, tetapi juga aktivitas ekonomi masyarakat. Karena akses menuju pusat Kabupaten Lebong lebih sulit, warga Sungai Lisai selama ini lebih sering bertransaksi dan memenuhi kebutuhan pokok ke Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, yang dinilai lebih mudah dijangkau.

Pembangunan akses jalan diharapkan dapat mengubah kondisi tersebut dengan memperlancar hubungan masyarakat Sungai Lisai menuju pusat pemerintahan dan wilayah lainnya. Infrastruktur yang lebih baik juga diperlukan untuk mempermudah pengangkutan hasil bumi dari desa.

Azhari berharap program Karya Bakti TNI Skala Besar yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026 dapat memberikan dukungan terhadap upaya menuntaskan pembukaan jalan. Program tersebut diharapkan mempercepat keterhubungan Desa Sungai Lisai sekaligus meningkatkan mobilitas dan aktivitas ekonomi masyarakat. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Pemerintah Siapkan Rekening BRI untuk Warga Usia 17 Tahun

PDF 📄LAMPUNG SELATAN – Pemerintah menyiapkan pembukaan rekening baru bagi seluruh masyarakat Indonesia berusia 17 …

Samijah Menanti Bedah Rumah Setelah Puluhan Tahun Hidup Serba Terbatas

PDF 📄BLORA – Harapan memiliki rumah yang lebih layak masih menjadi penantian Samijah, 71, warga …

Rokok Ilegal Bisa Rugikan Negara Miliaran, Warga Jepara Diingatkan

PDF 📄JEPARA – Masyarakat Desa Tempur, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, didorong ikut menjadi garda terdepan …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *