PARIGI MOUTONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah (Sulteng), memperpanjang status tanggap darurat banjir bandang di Kecamatan Parigi Utara dan Kasimbar karena sejumlah fasilitas penting masih membutuhkan pemulihan. Perpanjangan dilakukan hingga 22 September untuk Parigi Utara dan 25 September 2026 untuk Kasimbar.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong Moh Rivai mengatakan keputusan tersebut diambil berdasarkan kebutuhan teknis penanganan pascabencana di kedua wilayah.
“Melalui pertimbangan teknis pemerintah daerah (pemda) melalukan perpanjangan status tanggap darurat di dua wilayah terdampak banjir di Kecamatan Parigi Utara dan Kasimbar,” kata Plt Kepala BPBD Parigi Moutong Moh Rivai di Parigi, Jumat, sebagaimana diberitakan Antara, Jumat, (11/09/2026).
Status tanggap darurat di Kasimbar yang berakhir pada Jumat (11/9) diperpanjang mulai 12 hingga 25 September. Sementara itu, status tanggap darurat di Parigi Utara yang sebelumnya berakhir pada 8 September telah diperpanjang sejak 9 hingga 22 September 2026.
Perpanjangan masa tanggap darurat diperlukan karena pemulihan sejumlah infrastruktur belum selesai. Pekerjaan tersebut meliputi pemasangan dan perbaikan jaringan air bersih, pemasangan geobag atau wadah berisi pasir di bantaran sungai, serta normalisasi sungai.
Rivai mengatakan percepatan pemulihan dilakukan bersama masyarakat setempat agar kebutuhan dasar warga dapat segera kembali normal.
“Kegiatan percepatan pemulihan bencana kami kerjakan secara kolaborasi bersama masyarakat setempat,” ujarnya.
Di Desa Laemanta, Kecamatan Kasimbar, BPBD memasang geobag sepanjang 500 meter di sungai sekaligus menangani jaringan air bersih. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena desa itu termasuk wilayah yang terdampak parah banjir pada 28 Agustus 2026.
“Saat ini di Desa Laemanta, kami membantu menyuplai air bersih untuk warga menggunakan mobil tanki, di desa itu jaringan air bersih belum berfungsi karena masih pekerjaan rehabilitasi intek di bagian hulu sungai akibat dampak banjir,” tutur Rivai.
Untuk memenuhi kebutuhan warga selama jaringan belum berfungsi, pasokan air bersih masih dilakukan menggunakan mobil tangki. Pemulihan juga berlangsung di Desa Toboli Barat, Kecamatan Parigi Utara, melalui perbaikan jaringan air bersih yang dikerjakan BPBD bersama warga.
Menurut Rivai, penanganan pascabanjir membutuhkan waktu karena kerusakan yang terjadi tidak hanya berkaitan dengan fasilitas dasar, tetapi juga kondisi sungai dan infrastruktur pendukungnya.
Sementara itu, posko induk dan dapur umum telah dihentikan setelah seluruh warga yang sebelumnya mengungsi kembali ke rumah masing-masing.
“Posko induk dan dapur umum telah selesai, karena warga yang mengungsi telah kembali ke rumah masing-masing,” ucapnya.
Perpanjangan status tanggap darurat diharapkan memberi ruang bagi Pemkab Parigi Moutong dan tim penanggulangan bencana untuk menuntaskan pemulihan infrastruktur, memastikan kebutuhan air bersih warga terpenuhi, serta mengurangi risiko dampak lanjutan akibat kondisi sungai pascabanjir. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara