LOMBOK TENGAH – Rekonstruksi Kampung Adat Sade di Desa Rambitan, Kecamatan Pujut, Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), mendapat dukungan dana Rp2 miliar dari investor InJourney Tourism Development Corporation (ITDC) Alvaro setelah kawasan tersebut terdampak kebakaran pada 22 Agustus 2026.
Donasi tersebut disalurkan untuk membantu pembangunan kembali rumah-rumah di kawasan adat yang menjadi salah satu daya tarik wisata budaya di Lombok Tengah. Bantuan diberikan setelah sekitar empat tahun ITDC Alvaro menjalankan aktivitas usaha di wilayah tersebut.
“Kami telah membangun hubungan yang erat dengan warga lokal. Kami merasa perlu untuk memberi kembali kepada masyarakat atas semua yang telah Lombok berikan kepada kami,” kata Alvaro pemilik Sapo Development di Lombok Tengah, Sabtu.
Alvaro mengatakan bantuan itu merupakan bentuk apresiasi perusahaan kepada masyarakat Lombok Tengah sekaligus kepedulian terhadap warga yang terdampak musibah. Dana tersebut selanjutnya dikelola dan dipantau melalui Delalma Foundation, yayasan yang didirikan investor tersebut.
“Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan dana digunakan sesuai peruntukannya dan mendukung pelaksanaan revitalisasi berdasarkan perencanaan yang telah ditetapkan,” kata Alvaro, sebagaimana diberitakan Antara, Sabtu, (12/09/2026).
Pemantauan dilakukan untuk memastikan proses revitalisasi berjalan sesuai rencana. Pihak yang menangani rekonstruksi juga akan menyampaikan laporan perkembangan secara berkala kepada yayasan, termasuk pembangunan yang menggunakan dana bantuan.
Kepala Desa Rambitan Lalu Winaksa mengonfirmasi dana Rp2 miliar tersebut telah masuk ke rekening kelompok penerima bantuan. Penyaluran itu sebelumnya dikomunikasikan melalui Asisten Sekretariat Daerah (Setda) NTB dan Dinas Pariwisata Lombok Tengah.
“Kami atas nama Pemerintah Desa Rembitan menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya atas kepedulian dari Sapo terhadap musibah yang dihadapi warga di Dusun Adat Sade,” ujarnya.
Sementara itu, General Manager (GM) The Mandalika Pari Wijaya mengatakan penyaluran dana tersebut telah diselesaikan setelah pihak Sapo mentransfer langsung alokasi bantuan Rp2 miliar. Satuan tugas (satgas) rekonstruksi kemudian menyampaikan surat secara resmi terkait penggunaan dana tersebut.
Untuk menjaga transparansi dan mencegah kesimpangsiuran, dana bantuan dibagi ke dua rekening terpisah, yakni rekening satgas rekonstruksi dan rekening Sade Reborn. Masing-masing rekening memperoleh alokasi Rp1 miliar.
“Masing-masing rekening menerima alokasi sebesar Rp1 miliar,” katanya.
Pari mengatakan penggunaan dana selanjutnya akan diselaraskan dengan program dan jadwal rekonstruksi yang ditetapkan satgas tingkat provinsi dan kabupaten dengan melibatkan masyarakat setempat.
“Kami serahkan ke satgas,” katanya.
Dukungan tersebut diharapkan mempercepat pemulihan kawasan Kampung Adat Sade sekaligus menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat dan nilai budaya yang menjadi bagian penting dari kawasan wisata tersebut. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara