Bibit Tanaman Kroyo Lor Dipasarkan hingga Luar Pulau

PURWOREJO – Usaha pembibitan tanaman mulai menjadi pilihan warga Desa Kroyo Lor untuk memperluas sumber pendapatan di luar hasil pertanian. Permintaan bibit dari berbagai daerah membuat usaha tersebut memiliki peluang berkembang sebagai bagian dari kegiatan ekonomi masyarakat desa.

Desa Kroyo Lor memiliki wilayah seluas kurang lebih 179.025 hektare dengan sekitar 1.730 penduduk yang tergabung dalam 560 kepala keluarga. Sebagian besar masyarakat menggantungkan penghasilan dari pertanian dengan pola dua kali panen padi dan satu kali panen palawija dalam setahun.

Di tengah ketergantungan tersebut, pembibitan tanaman menawarkan alternatif usaha yang dapat dijalankan masyarakat. Jenis tanaman yang dibudidayakan tidak lagi terbatas pada tanaman kayu, tetapi mulai mencakup tanaman buah sesuai perkembangan permintaan pasar.

“Awalnya kami lebih banyak membibitkan sengon dan albasia. Sekarang tanaman buah seperti alpukat dan durian juga mulai banyak diminati,” ujar Moeslih, salah satu pelaku usaha pembibitan di Desa Kroyo Lor, sebagaimana diberitakan Netralnews, Rabu, (09/09/2026).

Perubahan jenis tanaman yang dibudidayakan menunjukkan upaya pelaku usaha menyesuaikan produksi dengan kebutuhan pasar. Bibit sengon, jabon, albasia, dan balsa dapat dipasarkan dalam waktu relatif singkat. Bibit jabon, misalnya, dapat siap dipasarkan ketika berusia sekitar tiga hingga empat bulan.

Sementara itu, tanaman buah seperti alpukat, durian, dan mangga membutuhkan waktu pertumbuhan lebih panjang. Perbedaan karakter dan masa pertumbuhan tersebut membuat pengelolaan pembibitan harus disesuaikan dengan jenis tanaman agar bibit dapat berkembang hingga memenuhi standar pemasaran.

Pasar pembibitan Desa Kroyo Lor juga telah menjangkau wilayah di luar daerah. Bibit yang dihasilkan masyarakat dipasarkan hingga Jawa Barat, Jawa Timur, Cilacap, dan Kalimantan. Jangkauan tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha untuk memperluas pemasaran sekaligus meningkatkan skala produksi.

Potensi tersebut turut diperkenalkan melalui program kerja mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Angkatan 2023 yang melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Kroyo Lor. Rara, Amal, dan Sekar dari Unit 260, 262, dan 263 mengangkat usaha pembibitan sebagai salah satu potensi lokal yang dapat diperkenalkan lebih luas.

Kegiatan kolaborasi mahasiswa dan masyarakat tersebut berlangsung pada 30 Agustus 2026. Program itu diarahkan untuk memperkenalkan potensi usaha pembibitan yang telah berkembang di tengah masyarakat sekaligus mendorong pemanfaatan potensi lokal sebagai bagian dari penguatan ekonomi desa.

Bagi warga yang selama ini bergantung pada padi dan palawija, pembibitan dapat menjadi sumber pendapatan alternatif. Keberagaman jenis bibit dan jangkauan pasar menjadi modal untuk mengembangkan usaha sesuai permintaan konsumen.

Pengembangan selanjutnya dapat diarahkan pada peningkatan kualitas bibit, efisiensi teknik budidaya, serta diversifikasi tanaman. Kombinasi tanaman kayu yang memiliki masa pemasaran relatif singkat dengan tanaman buah yang membutuhkan waktu lebih panjang dapat menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan usaha pembibitan di Desa Kroyo Lor. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Rp98 Miliar Digelontorkan, Pelabuhan Kilo Jadi Pintu Ekonomi Dompu

PDF đź“„DOMPU – Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa …

KDMP Dituntut Profesional, Transparan, dan Berorientasi Anggota

PDF đź“„JAKARTA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) perlu menghindari pola usaha yang seragam karena …

KDMP Jangan Seragam, Model Bisnis Harus Sesuai Potensi Desa

PDF đź“„JAKARTA – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) dinilai tidak seharusnya menjalankan model usaha yang …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *