26 Desa di Serang Jadi Sasaran Mitigasi Abu Vulkanik Krakatau

SERANG – Paparan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau mendorong perlindungan kesehatan warga di wilayah pesisir Kabupaten Serang, Banten, diperkuat. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Serang mendistribusikan ribuan masker kepada masyarakat di 26 desa yang berada di Kecamatan Anyer dan Kecamatan Cinangka sebagai langkah mengurangi risiko gangguan pernapasan.

Kepala Dinkes Kabupaten Serang Efrizal mengatakan pembagian masker diprioritaskan bagi wilayah yang terdampak paling parah. Sebanyak 12 desa di Kecamatan Anyer dan 14 desa di Kecamatan Cinangka masing-masing memperoleh alokasi 25 boks masker.

Langkah tersebut dilakukan setelah Bupati Serang meninjau posko pengamatan Gunung Anak Krakatau. Kondisi abu vulkanik yang berpotensi terhirup masyarakat menjadi salah satu alasan penguatan perlindungan bagi warga di kawasan pesisir.

“Ini tindak lanjut dari tinjauan Ibu Bupati ke posko pengamatan Gunung Anak Krakatau. Karena kita tahu kondisi debu vulkanik, jadi salah satu antisipasi kita dengan membagikan masker dan ini langsung kami tindaklanjuti,” katanya.

Sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (07/09/2026), Dinkes Kabupaten Serang tidak hanya mengandalkan pembagian alat pelindung pernapasan. Masyarakat juga diberikan edukasi mengenai potensi gangguan kesehatan serta peringatan dini apabila mengalami keluhan setelah terpapar abu vulkanik.

Abu vulkanik perlu diwaspadai karena mengandung silika dan partikel berbahaya lainnya. Paparan dalam waktu lama dapat membuat partikel halus masuk ke saluran pernapasan dan mengendap di paru-paru sehingga meningkatkan risiko Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Untuk mengurangi paparan, warga diimbau menghindari aktivitas di luar rumah apabila tidak memiliki keperluan mendesak. Pintu dan jendela rumah juga diminta ditutup rapat agar abu vulkanik tidak mudah masuk ke dalam tempat tinggal.

Perlindungan tambahan diperlukan bagi masyarakat yang harus tetap beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker dan kacamata pelindung menjadi langkah yang dianjurkan untuk mengurangi kontak langsung dengan abu vulkanik.

Selain melindungi saluran pernapasan, masyarakat diminta mencegah abu mencemari makanan dan air. Tempat penampungan air serta makanan perlu ditutup, sedangkan bagian tubuh yang terkena abu harus segera dibersihkan.

“Selanjutnya, tutup tempat penampungan air dan makanan agar tidak terkontaminasi abu, dan cuci tangan, wajah, serta bagian tubuh yang terkena abu. Ikuti arahan dari pihak berwenang mengenai kondisi gunung api, dan terpenting segera ke fasilitas kesehatan bila ada keluhan,” tutur Efrizal.

Penguatan kewaspadaan tersebut diharapkan dapat mencegah dampak kesehatan yang lebih serius selama abu vulkanik masih berpotensi memengaruhi aktivitas masyarakat. Warga juga diminta mengikuti informasi dan arahan pihak berwenang mengenai perkembangan kondisi Gunung Anak Krakatau. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

RUU Reforma Agraria, Desa Diminta Aktif Petakan Konflik Lahan

PDF 📄JAKARTA – Pemerintah desa diusulkan memiliki kewenangan yang lebih tegas dalam menangani konflik agraria …

Ancaman Kabut Asap Dicegah, Karhutla di Lima Desa OKU Ditangani

PDF 📄BATURAJA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda lima desa di Kabupaten Ogan …

Rp98 Miliar Digelontorkan, Pelabuhan Kilo Jadi Pintu Ekonomi Dompu

PDF 📄DOMPU – Pembangunan Pelabuhan Laut Kilo di Desa Mbuju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Nusa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *