NAGEKEO – Warga korban gempa di Desa Marapokot dan Nangadhero, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), masih membutuhkan bantuan dasar meski sebagian telah meninggalkan tempat pengungsian. Kondisi warga yang belum berani kembali ke rumah membuat kebutuhan seperti makanan, alas tidur, dan layanan kesehatan tetap diperlukan di posko darurat.
Tim Emergency Response Group (ERG) PT Timah (Persero) Tbk menyalurkan ratusan paket sembako dan tikar kepada masyarakat terdampak gempa di kedua desa tersebut pada Senin (7/9/2026). Selain bantuan logistik, tim juga memberikan pelayanan kesehatan gratis bagi warga yang membutuhkan penanganan pascabencana.
Kepala Madrasah Aliyah (MA) Nurusa’adah Ambo Taang mengatakan sebagian warga memang telah kembali dari pengungsian, tetapi belum berani menempati rumah masing-masing dan masih memilih bertahan di tenda darurat. Kondisi tersebut membuat bantuan kemanusiaan tetap menjadi kebutuhan penting bagi masyarakat terdampak.
“Saat ini sebagian warga memang telah kembali dari pengungsian, namun belum berani menempati rumah mereka dan masih memilih bertahan di tenda-tenda darurat,” katanya.
Sebagaimana diberitakan Antara, Senin, (07/09/2026), sebagian masyarakat masih mengandalkan posko besar dan dapur umum untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tim ERG PT Timah yang terdiri atas unsur penyelamat, dokter, perawat, sukarelawan, dan personel pendukung lainnya masih bergerak memberikan bantuan serta layanan kesehatan.
Departement Head Corporate Communication PT Timah (Persero) Tbk Anggi Siahaan mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari aksi kemanusiaan perusahaan untuk membantu warga yang masih menghadapi dampak bencana.
“Bantuan ini menjadi bagian dari aksi kemanusiaan PT Timah untuk meringankan beban masyarakat yang masih menghadapi dampak bencana alam,” kata Anggi Siahaan di Pangkalpinang, Senin.
Bantuan tikar menjadi salah satu kebutuhan yang cukup dirasakan warga karena sebagian pengungsi masih tidur tanpa alas yang memadai. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan dasar di lokasi pengungsian belum sepenuhnya terpenuhi meskipun bantuan dari sejumlah pihak telah diterima.
“Bantuan yang disalurkan pada hari ini sangat bermanfaat karena ada tikar. Sampai sekarang kami masih beralaskan tanah. Memang ada beberapa donatur lain yang sudah menyerahkan tikar, tetapi jumlahnya masih kurang. Ketika ditambah lagi, kami sangat bersyukur,” katanya.
Dampak bencana juga menjalar ke sektor pendidikan. Sebagian besar siswa MA Nurusa’adah berasal dari Desa Nangadhero dan Maropokot yang terdampak gempa serta tsunami dengan gelombang relatif kecil di kawasan pesisir Nangadhero. Sejumlah perlengkapan belajar siswa dilaporkan hilang akibat bencana.
“Khususnya siswa kami mayoritas berasal dari Nangadhero dan Maropokot yang terkena dampak tsunami. Walaupun tsunaminya kecil, namun menyebabkan beberapa peralatan belajar siswa hilang, seperti seragam, buku tulis dan buku pelajaran,” jelasnya.
Situasi tersebut membuat pemulihan masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan pangan, tetapi juga tempat tinggal sementara, kesehatan, serta kebutuhan pendidikan. Selama warga masih berada di tenda dan posko darurat, dukungan lintas lembaga diperlukan agar kebutuhan dasar dapat terus terpenuhi.
Tim ERG PT Timah menyatakan pelayanan kesehatan dan distribusi bantuan masih dilakukan selama warga serta para pelajar berada di tempat pengungsian maupun posko darurat. Upaya tersebut diharapkan membantu masyarakat melewati masa tanggap pascabencana hingga kondisi memungkinkan warga kembali menjalankan aktivitas secara lebih aman. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara