Tradisi Bahari Desa Ketamputih Hidupkan Perayaan HUT RI

BENGKALIS – Tradisi pacu sampan layar menjadi salah satu magnet utama perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia di Desa Ketamputih, Kabupaten Bengkalis, Riau. Kegiatan yang digelar Selasa (18/8/2026) itu tidak hanya menjadi hiburan warga, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertahankan tradisi bahari yang diwariskan secara turun-temurun.

Sebelum perlombaan, masyarakat Desa Ketamputih lebih dahulu memeriahkan peringatan kemerdekaan dengan arak-arakan api obor pada malam 16 Agustus 2026. Kegiatan tersebut diikuti anak-anak mulai pukul 20.00 hingga 22.00 WIB.

Puncak rangkaian peringatan HUT RI berlangsung pada 17 Agustus 2026 melalui upacara pengibaran Bendera Merah Putih di halaman Sekolah Dasar Negeri (SDN) 35 Bengkalis. Upacara itu melibatkan warga sekolah SDN 35 dan SDN 34 Bengkalis serta masyarakat desa.

Kehadiran guru, staf, siswa, tokoh adat, pemuda, kaum ibu, dan anak-anak membuat peringatan kemerdekaan berlangsung semarak. Keterlibatan berbagai unsur masyarakat juga memperkuat kebersamaan antarwarga dalam memperingati momentum kemerdekaan.

Sehari setelah upacara, perhatian warga beralih ke tepian perairan desa untuk menyaksikan pacu sampan layar. Sebanyak 13 peserta mengikuti perlombaan yang disebut menjadi agenda rutin setiap peringatan HUT RI.

Kepala Desa (Kades) Ketamputih Suhaimi mengatakan perlombaan tersebut merupakan kegiatan tahunan yang mendapat dukungan dari pemerintah desa dan para donatur. Sebagaimana diberitakan Fakta News 24, Rabu, (19/08/2026), ia menyampaikan, “acara permainan ini memang acara rutin 17 Agustus menyambut orang tahun kemerdekaan yang ke-81 Republik Indonesia. Dan permainan sampan layar ini terdiri dari 13 peserta.pendanaannya sendiri berasal dari donatur juga dari desa, sumbangan donatur-donatur itu cukup banyak.”

Pacu sampan layar menjadi bagian penting dalam perayaan karena tidak sebatas perlombaan. Tradisi tersebut merepresentasikan kedekatan masyarakat Ketamputih dengan lingkungan perairan sekaligus menjadi sarana menjaga identitas budaya bahari setempat.

Sejak pagi, tepian perairan dipadati ratusan warga yang memberikan dukungan kepada para peserta. Warna-warni layar sampan yang bergerak di atas permukaan air turut menciptakan suasana meriah dan menjadi tontonan bagi masyarakat maupun wisatawan lokal.

Rangkaian kegiatan juga melibatkan aparatur desa, kepala dusun, Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Ketua Rukun Tetangga (RT), Ketua Rukun Warga (RW), Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas), serta Forum Kemitraan Polisi dan Masyarakat (FKPM).

Perpaduan antara upacara kenegaraan dan tradisi pacu sampan layar menunjukkan bahwa perayaan kemerdekaan di tingkat desa dapat menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus mempertahankan warisan budaya. Kegiatan serupa diharapkan tetap menjadi ruang kebersamaan masyarakat dan sarana mengenalkan tradisi bahari kepada generasi muda. []

Redaksi02 | Nadiya.

About redaksi02

Lahir di Samarinda, 11 Mei 2007. Setelah lulus sekolah vokasi di SMKN 8 jurusan multimedia tahun, menekuni dunia jurnalistik hingga saat ini.

Check Also

Kisah Tiga Kreator yang Manfaatkan Media Sosial untuk Dampak Sosial

PDF đź“„JAKARTA – Media sosial tidak hanya menjadi ruang hiburan, tetapi juga dimanfaatkan sejumlah kreator …

Desa Cangkring Punya Pusat Informasi Digital untuk Promosi Potensi Lokal

PDF đź“„INDRAMAYU – Digitalisasi informasi menjadi langkah baru Desa Cangkring, Kecamatan Cantigi, Kabupaten Indramayu, untuk …

Siswa Desa Sokatengah Didorong Tak Takut Bermimpi Besar

PDF đź“„TEGAL – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Institut Pertanian Bogor (KKN-T IPB) mendorong siswa …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *