SINTANG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sintang memastikan bangunan Sentra Industri Kecil dan Menengah (IKM) di belakang Rumah Betang Ensaid Panjang, Kecamatan Kelam Permai, belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena masih memerlukan penyempurnaan sarana pendukung dan penataan kawasan. Meski demikian, fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi pusat pelatihan bagi para penenun untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis budaya.
Kepala Dinas (Kadis) Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) Kabupaten Sintang, Subendi, menjelaskan pembangunan Sentra IKM merupakan program pemerintahan sebelumnya yang hingga kini belum sepenuhnya rampung dari sisi fasilitas pendukung.
“Dari aspek kesiapan bangunan untuk difungsikan secara maksimal memang masih perlu penataan halaman dan sarana pendukung lainnya. Pada periode sebelumnya juga sudah diupayakan pengajuan anggaran, tetapi memang terkendala keterbatasan anggaran yang tersedia,” jelas Subendi, sebagaimana dilansir Tribun Pontianak, Rabu (01/07/2026).
Menurutnya, usulan anggaran lanjutan sebenarnya telah diajukan untuk menyempurnakan kawasan Sentra IKM. Namun, keterbatasan anggaran membuat rencana tersebut belum dapat direalisasikan.
Meski belum beroperasi maksimal, Disperindagkop UKM Sintang telah membuka kesempatan bagi pemerintah desa maupun kelompok penenun untuk memanfaatkan gedung tersebut sebagai lokasi pelatihan, kegiatan menenun, pertemuan, hingga sosialisasi. Hingga kini, pemanfaatannya masih belum berjalan sesuai harapan.
Salah satu penyebabnya ialah sebagian besar masyarakat penenun di Desa Ensaid Panjang tetap memilih beraktivitas di Rumah Betang yang selama ini menjadi pusat kehidupan masyarakat. Selain menenun, sebagian warga juga memiliki mata pencaharian lain sehingga aktivitas produksi tidak terpusat di satu lokasi.
“Rumah Betang masih menjadi pusat aktivitas masyarakat. Selain sebagai tempat tinggal, rumah betang juga memiliki nilai budaya yang sangat kuat sehingga banyak kegiatan tetap dipusatkan di sana,” katanya.
Subendi menegaskan Pemkab Sintang tetap berkomitmen mengoptimalkan fungsi Sentra IKM sebagai pusat peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para penenun dari desa-desa sekitar.
“Harapannya gedung ini nantinya bisa menjadi tempat pelatihan peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi para penenun dari desa maupun kecamatan sekitar. Namun saat ini kami masih menghadapi keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi yang dilakukan pemerintah pusat,” ungkap Subendi.
Ke depan, Pemkab Sintang berharap Sentra IKM Ensaid Panjang mampu menjadi pusat pengembangan tenun tradisional sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif berbasis budaya di daerah tersebut sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara luas oleh masyarakat. []
Redaksi02 | Nadiya.
Desa Nusantara Jaringan Media Desa Nusantara